Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Jayapura Jean Hendrik Rollo. Menurutnya lahan pertanian di tengah permukiman penduduk, dapat mendukung ketahanan pangan.
Untuk itu, dirinya mengimbau kepada warga agar terus memanfaatkan lahan pertanian di tengah permukiman padat melalui urban farming guna membantu dalam pemenuhan pangan di Kota Jayapura.
Dijelaskannya, petani tidak hanya melekat pada orang yang pergi ke sawah dan kebun, tetapi pegawai kantoran juga bisa menjadi petani dengan memanfaatkan lahan pekarangan.
“Keberadaan pertanian di tengah permukiman padat kini tak lagi cuma mimpi, karena dengan konsep urban farming dapat membantu ketersediaan pangan dan juga membantu pemenuhan kebutuhan sehari-hari,” jelasnya.
Masih kata dia, bahwa konsep urban farming, bisa ditanami kebutuhan pangan di lahan terbatas seperti kangkung, sawi, dan kacang panjang.
"Jadi, produksi sayuran sehat bisa dikonsumsi warga serta mampu menggerakkan ekonomi. Dan saat ini sudah ada kelompok binaan kami yang tersebar di lima distrik," ujarnya.
Pihaknya juga terus melakukan pendampingan dengan harapan warga bisa memanfaatkan lahan pekarangan rumahnya agar ditanami pangan yang bermanfaat.
Rollo juga mengungkapkan, pemanfaatan lahan pekarangan sebagai urban farming sehingga supaya produktif dapat membantu dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga.
“Penataan lingkungan yang lebih baik dan sehat mendorong warga bisa berinovasi, dengan memanfaatkan lahan kosong untuk ditanami berbagai macam jenis sayuran,” tandas dia.
Penulis : Asep Supriyanto
Editor. : Khaerul Umam