Pertanian dan Peternakan

Yanduwan Kota Yogyakarta Temukan 4 Kasus Hewan Terjangkit Enteritis 

Friday, 20 October 2023 18:06 WIB
Petugas Pemkot Yogyakarta melakukan pemeriksaan terhadap hewan ternak, meminimalisir kasus penyakit entiris pada hewan. (Dok.PemkotYogyakarta)

Radarsuara.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta, menemukan empat kasus hewan ternak yang terjangkit kasus enteritis di wilayahnya sepanjang Oktober 2023. 

Kasus itu ditemukan oleh tim Pelayanan Terpadu Kesehatan Hewan (Yanduwan) pada hewan sapi dan kambing di wilayah Kelurahan Suryodiningratan, Kelurahan Sorosutan, Kelurahan Lowanu dan Kelurahan Bener. 

Kepala Bidang Perikanan dan Kehewanan Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta Sri Panggarti mengatakan, entiris akut pada hewan ini bisa mengakibatkan kematian.

"Penyebab kasus enteritis ini dikarenakan terdapat cacing maupun bakteri pada hewan ternak yang kebanyakan adalah hewan ternak yang baru saja dibeli namun tidak diketahui riwayat sebelumnya," kata Sri, Jumat 20 Oktober 2023.

Kasus enteritis, lanjut dia, bisa disebabkan antara lain dari parasit seperti cacing dan Protozoa. Selain itu, bisa juga disebabkan oleh bakteri seperti Salmonella, E-Coli, Clostridium serta  virus seperti Rotavirus, coronaviru. Jika.tidak segera ditangani kasus enteritis bisa mengakibatkan kematian.

"Secara ideal mengungkapkan, secara ideal penyebab enteritis bisa temukan dengan diagnosa laboratorium, baik itu pengecekan darah dan feses," kata Sri

Meski begitu, lanjutnya, di Kota Yogyakarta kasus enteritis  tidak terlalu banyak, dikarenakan kegiatan edukasi kepada pemilik hewan ternak dan langkah-langkah preventif selama ini sudah dilaksanakan, diantaranya dengan pelayanan kesehatan hewan terpadu.

Di samping itu, Sri juga mengingatkan tidak hanya penyakit enteritis saja yang perlu diwaspadai, namun penyakit lain seperti antraks, PMK, LSD dan lain sebagainya juga harus diperhatikan. Karena penyakit ini bisa menyerang kapan saja. Bahkan bisa berakibat kematian.

Untuk itu, dia menghimbau bagi pemilik hewan harus rutin memberikan obat cacing sesuai saran atau pemeriksaan dokter hewan.

Selain itu, pemberian minum maupun pembuatan sumber air harus jauh dari penampungan kotoran, agar  bakteri tidak mencemari air minum yang bisa menyebabkan enteritis. 

"Peternak diharapkan jeli dalam membeli hewan ternak,  pastikan ada Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari daerah asal dan pastikan ternak dalam kondisi sehat," tandasnya.

Penulis : Dony PH
Editor.   : Khaerul Umam

Komentar

You must login to comment...