Kabid Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan DKPP Bojonegoro, Imam Nurhamid mengatakan program Sekolah Lapang Pertanian itu dimulai pada tahun 2020 dan melibatkan 1.048 petani.
"Jumlah petani yang terlibat mencapai 638 orang petani laki-laki dan perempuan, serta 410 orang petani penerima manfaat secara tidak langsung," ungkap Imam.
Dia menjelaskan, tahun ini kegiatan penanaman dilaksanakan di enam desa di Kecamatan Gayam dan dua desa di Kecamatan Kalitidu.
“Jadi, pertanian alami yang kita kembangkan di sini menyadarkan para petani di desa bahwa pertanian ramah lingkungan menguntungkan dari sisi ekonomi dan alam,” jelansya
Masih kata dia, setidaknya ada sekitar 14 varietas padi yang dikembangkan dan varietas itu diberi nama-nama lokal, sesuai nama jenis padi yang pernah ada dan ditanam masyarakat zaman dulu.
“Program ini sangat bagus, karena petani di sini bisa mengembangkan pertanian yang sehat dan ramah lingkungan,” ujar Imam.
Melalui program tersebut kata dia, petani berhasil mengembangkan beberapa varietas padi yang hasil pertumbuhan maupun produksinya bagus.
"Kedepan varietas di sini yang belum kita miliki akan kita kembangkan. Kita bersama BRIN Malang akan mematenkan varietas lokal menjadi varietas milik Bojonegoro,” pungkasnya.
Penulis : Asep Supriyanto
Editor. : Khaerul Umam