Konsep pertanian ramah lingkungan ini dikembangkan EMCL melalui program sekolah lapang pertanian untuk pemulihan benih dan adaptasi dalam menghadapi perubahan iklim.
Kepala Desa Bonorejo, Rachmad Aksan mengatakan, ada beberapa tanaman pertanian organik yang dipanen yanki tanaman padi inpari, cabai, terong, tomat dan semangka.
Dia menjelaskan dalam melakukan penanaman para petani menggunakan pengendali hayati, kompos, maupun pupuk organik cair dari kelompok Sekolah Lapang Pertanian.
Masih kata dia, bahwa cara tersebut mampu menekan biaya produksi yang dikeluarkan petani, serta bisa mendapatkan produk yang sehat serta hasil panen yang bagus.
“Ini sebuah terobosan luar biasa. Sebab petani bisa dengan mudah dan murah mendapat pupuk dan obat-obatan organik, kompos yang diproduksi dari lingkungan sekitar,” jelas Kades.
Masih kata dia, bahwa produk tanaman pertanian organik juga lebih sehat bagi tubuh dibanding tanaman yang di produksi dengan menggunakan pupuk dan obat-obatan kimia.
“Seperti tomat di sini langsung bisa disantap. Rasanya manis, kalau di pasar ada getar-getarnya,” tandasnya.
Penulis : Asep Supriyanto
Editor. : Khaerul Umam