Pertanian dan Peternakan

Sulsel Genjot Tingkatkan Populasi Hewan Ternak Melalui Metode  Inseminasi Buatan

Monday, 16 October 2023 18:14 WIB
Pj Gubernur Bahtiar Kunjungi UPT Pelayanan Inseminasi Buatan Pembibitan Ternak. (Dok.sulselprov.go.id)

Radarsuara.com - Pemerintah Provinsi Sulasewi Selatan (Sulsel) terus berupaya mrningkatkan polulasi hewan ternak salah satunya sapi, hal itu dilakukan dengan metode Inseminasi Buatan.

Hal itu diungkapkan Pj Gubernur Bahtiar saat melakukan kunjungan ke UPT Pelayanan Inseminasi Buatan dan Produksi Semen (PIBPS) dan UPT Pembibitan Ternak dan Hujan Pakan Ternak milik Dinas Peternakan.
 
"Daerah ini luar biasa, lahannya luas. Memang agak kering, tapi kalau dibanding NTT ini jauh lebih bagus lokasinya. Apalagi musim hujan di sini view bagus dan tembus Malino," kata Bahtiar.
 
Ia mendukung sektor peternakan yang merupakan suatu yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Sulsel, selain pertanian dan perikanan.
 
Menurut Bahtiar, Pucak merupakan kawasan pengembangan yang bagus, jauh dari pemukiman penduduk. Dengan laboratorium yang dimiliki, telah dapat mengembangkan pembibitan hewan ternak dalam jumlah banyak dengan metode inseminasi buatan.
 
"Ini kita pemerintahan fungsi layanan, ini dibuat dalam jumlah banyak, bibitnya dapat diberikan secara gratis ke peternak," ujarnya.
 
Dijelaskannya bahwa, satu sapi yang menghasilkan sperma dapat disuntikan ke-200 ekor sapi betina. Sehingga lebih murah dan efektif jika dibandingkan dikawinkan secara manual. 
 
Namun kata dia, hal yang perlu diperhatikan juga termasuk pendukung lainnya seperti ketersedian air, pakan, listrik, alat teknologi dan SDM untuk UPT ini.
 
"Saya juga dorong kawan kita di sini banyak peneliti hebat, kita harus punya komoditi ternak unggulan yang membedakan Provinsi Sulsel dengan 37 provinsi lainnya," pintanya.
 
Dirinya juga menjelskan, bahwa pengembangan yang dilakukan, yakni pada ternak yang memiliki keunggulan dan keunikan. 
 
"Dalam pengertian sudah ada di sini secara kultural. Jadi kita mengembangkan ternak yang secara kultural, yang puluhan bahkan ratusan tahun sudah dikerjakan oleh masyarakat," tuturnya 
 
Masih kata Pj Gubernur,  bahwa di wilayah Jeneponto, dalam sebulan sebanyak 900 ekor kuda dipotong atau senilai Rp9 miliar. Sehingga, mendorong untuk diprogramkan inseminasi buatan untuk kuda kita di Sulsel banyak, supaya produksinya banyak.
 
"Jadi, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan jangan hanya fokus pada ternak besar, seperti sapi, kambing dan kuda. Tetapi juga ternak kecil seperti unggas misalnya khas kita itu cawiwi (belibis), itu khas kita juga. Hari ini masih ada, tapi ini perlu kita kembangkan," tandas dia.
 
Penulis : Asep Supriyanto
Editor.   : Khaerul Umam
 
 

Komentar

You must login to comment...