Dilanda Kekeringan, Produksi Pertanian Sleman Terancam Anjlok Hingga 46 Persen
Monday, 16 October 2023 17:10 WIB
Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo saat panen raya padi varietas Sembada Merah di wilayah Bulus Tempel, Candibinangun. (Dok.slemankab.go.id
Radarsuara.com - Dari hasil pendataan dilapangan, Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (DP3) Sleman mencatat sekitar 1.068,6 Hektar Lahan Pertanian dilanda kekeringan sehingga berpotensi gagal panen.
Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Sleman Suparmono menjalankan ada ribuan hektar lahan pertanian yang terdampak kekeringan tahun ini. Hal itu berpotensi terjadinya puso atau gagal panen.
"Total luas lahan yang berpotensi terdampak kekeringan mencapai 1.068,6 hektar. Dengan komoditas yang ditanam berupa padi dan holtikultura," ungkapnya.
Kekeringan itu melanda sejumlah wilayah antaralain di kapanewon Seyegan, Minggir, dan Moyudan. Dijelaskan dia bahwa di wilayah itu, lahan pertanian sudah mengalami nelo atau tanah pecah-pecah karena kesulitan air.
"Dampak kekeringan yang paling bisa terjadi puso atau gagal panen, lainnya berupa penurunan hasil panen hingga 25 sampai 45 persen," ungkapnya.
"Kami menyiapkan langkah menghadapi kondisi kekeringan tahun ini. Petani agar memanfaatkan bantuan pompa air dan sumur ladang. Serta berganti menanam komoditas palawija atau hortikultura dan menuda tanam lebih dulu," ujarnya.
Menurut dia hal itu terjadi, lantaran tanaman padi melalui tiga fase pertumbuhan. Pada fase vegetatif pada umur 0 - 60 hari , fase generatif 61 - 90 hari, dan fase pemasakan umur 90 hari ke atas.
"Padi pada fase vegetatif dan generatif masih sangat membutuhkan air untuk bertahan hidup," tandas dia.
Penulis : Asep Supriyanto
Editor. : Khaerul Umam
Komentar
You must login to comment...Be the first comment...
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor
1134/DP-Verifikasi/K/X/2023