Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah Supriyanto mengaku, bahwa pihaknya memiliki hasil pertanian unggulan, seperti alpukat dari Desa Kebondalem, durian Desa Brongkol.
"Jadi produk pertanian yang dipamerkan sangat bermutu. Karenanya, perlu didukung promosi yang intensif," ungkap Supriyanto.
Dirinya menegaskan bahwa agro festival harus diperbanyak, karena merupakan prospek pemasarannya sangat bagus untuk memperkenalkan produk-produk pertanian unggulan.
"Pasar eksklusif harus dibidik, agar petani mendapat keuntungan yang memadai, jadi kami fasilitasi pemasaran produk pertanian ke beberapa hotel berbintang," jelansya.
Dia yakin, mutu produk yang baik akan mudah menembus pasar tertentu berkelas tinggi. Pelayanan itu telah dilakukan untuk produk pertanian dari Getasan dan Tuntang.
Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengaku petani terus mengurangi pemanfaatan pupuk kimia dan menambah pupuk organik. Hal itu untuk menjawab tuntutan pasar akan produk yang ramah lingkungan dan sehat.
Disampaikan, pihaknya juga mendorong modernisasi pertanian, untuk menarik minat generasi muda.
“Saat ini, jumlah petani yang berumur 45 tahun sekitar 75 persen. Perlu dilakukan regenerasi, agar pertanian tetap menjadi andalan di masa mendatang,” tuturnya.
Kepala Dispertanikap Kabupaten Semarang Moh Edy Sukarno menyampaikan, pihaknya terus mengintensifkan pendampingan pertanian terpadu, melalui para penyuluh.
“Pertanian menyumbang 9,8 persen produk domestik regional bruto Kabupaten Semarang. Sehingga, sektor ini menjadi soko guru perekonomian daerah,” pungkasnya.
Penulis : Asep Supriyanto
Editor. : Khaerul Umam