Pertanian dan Peternakan

Pemprov Babel Minta Petani Waspadai Pupuk Palsu 

Friday, 13 October 2023 15:07 WIB
Rapat Koordinasi Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida. (Dok.babelprov.go.id)

Radarsuara.com - Terbatasnya pupuk subsidi dan harga pupuk non subsidi yang mahal menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Bangka Belitung, sehingga menghimbau  para petani agar waspada terhadap peredaran pupuk palsu.

Plt Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Ahmad Yani menegaskan, 
bahwa pupuk dan pestisida palsu menghambat produksi hasil pertanian. 
 
"Pupuk palsu itu kalau digunakan berpengaruh pada rendahnya daya tahan tanaman sehingga rentan terhadap serangan hama dan penyakit," ujarnya.
 
Menyikapi kondisi itu, maka dirinya minta pengawasan pupuk dan pestisida  dilaksanakan secara terkoordinir antara pusat dan daerah.
 
"Jadi, harus intens berkoordinasi antar instansi terkait di bidang pupuk dan pestisida melalui Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida atau KP3,” ujarnya.
 
Dia minta KP3 di semua tingkatan untuk berperan aktif sesuai dengan tugas dan fungsinya. Kegiatan pengadaan, peredaran, penyimpanan dan penggunaan pupuk harus diawasi.
 
“Lakukan pemantauan secara langsung melalui lini III (distributor) hingga lini IV (pengecer) dan kelompok tani serta secara langsung melalui monitoring dan evaluasi atas laporan hasil pengawasan instansi terkait dan tim kabupaten-kota,” pintanya.
 
Sementara Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Babel Edi Romdhoni menuturkan, bahwa pupuk dan pestisida merupakan sarana produksi yang sangat menentukan hasil panen.
 
Masih kata dia, bahwa pemerintah terus berupaya untuk memastikan ketersediaan pupuk dan pestisida tersebut, sebab pupuk merupakan sasaran produksi nasional dan peningkatan ketahanan pangan. 
 
Diakui dia bahwa, pemerintah telah menerapkan subsidi pupuk dengan harga pupuk relatif lebih murah dan terjangkau oleh petan.
 
Dan menurut dia, kekurangan pupuk dapat mengakibatkan pertumbuhan tanaman yang tidak normal sehingga menurunkan hasil panen petani atau bahkan terjadi gagal panen.
 
Penulis : Asep Supriyanto
Editor.   : Khaerul Umam

Komentar

You must login to comment...