Pengunjung perkebunan melon Made Fresh bisa menikmati sensasi memetik buah melon dalam perkebunan langsung dari pohonnya.
Selain itu pengunjung juga bisa mendapatkan edukasi tentang jenis-jenis melon dan proses penanaman hingga perawatan sampai masuk pada masa panen.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Syarifah Sofiah mengatakan, Kota Bogor memiliki pertanian yang intensif, pertanian menggunakan green house lahan yang digunakannya optimal, baik luasan dan tingginya.
"Sistemnya menggunakan hidroponik sehingga hasil yang dihasilkannya lebih banyak daripada ditanam secara konvensional di lahan terbuka," ujar Sekda.
Setiap pengunjung akan mendapat wawasan mulai pembenihan, penyemaian sampai proses tanam hingga panen ini dilakukan secara baik.
"Di sini perawatannya menggunakan teknik tertentu sehingga kualitas buahnya baik," ungkapnya.
Pada kesempatan itu, Sekda Syarifah membeli beberapa buah melon dengan menanamnya sendiri dan mencoba buah yang langsung dipetik dari pohonnya.
Keberadaan Made Fresh ini kata Sekda bukan hanya menjadi model pertanian kekinian, tapi juga mendatangkan kunjungan wisata yang bisa menjadi agro edu wisata bagi masyarakat.
Pengelola Made Fresh, Anni Nuraini mengatakan, Made Fresh ini berdiri sekitar tahun 2020 yang diawali dengan membangun satu buah green house berukuran kurang lebih 600 meter.
"Setelah berjalan kemudian bertambah satu greenhouse lagi. Jadi kita memiliki 2 green house yang sekarang diisi sekitar 2.100 pohon melon dari jenis melon, yakni Hamigua, Rangipo, Golden Emerald," katanya.
Dijelaskannya, tiga jenis melon itu ditanam dalam dua green house yang berbeda dan diatur proses panennya, jadi yang biasanya masuk waktu panen itu selang waktu kosongnya tiga bulan.
"Dengan adanya greenhouse ini hanya satu atau dua bulan, jadi waktu panen pertama ke panen berikutnya lebih cepat," tandas dia.
Penulis : Asep Supriyanto
Editor. : Khaerul Umam