Pertanian dan Peternakan

Pupuk Dari Limbah PLTU Mampu Dongkrak Hasil Pertanian 

Saturday, 07 October 2023 16:12 WIB
Petani di Pandeglang Memanen Padi yang gunakan pupuk organik dari Faba (Dok.PLN IP)

Radarsuara.com - Tenaga ahli pertanian Pengurus Besar Mathla'ul Anwar Iwan Sujono mengatakan bahwa pupuk organik hasil olahan dari limbah PLTU membuktikan hasil panen meningkat.

Bahkan kata dia, dengan menggunakan pupuk tersebut, hasil panen dapat meningkat lebih dari 50 persen meskipun kondisi cuaca sedang tidak bagus.
 
Menurut dia, meski situasi sedang dilanda El Nino, menanam tanpa pupuk kimia dan pestisida, dari hasil ubinan rata rata produksi panen diprediksi mencapai 8.400 kilogram per hektar," ungkapnya.
 
"Beda dengan biasanya, menanam dalam satu hektar biasanya petani hanya mendapatkan maksimum 5,5 ton atau 5.500 kilogram dengan pengaplikasian pupuk kimia dan dalam kondisi cuaca bagus," ujarnya.
 
Sementara Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten Agus Tauhid menjelaskan, bahwa Faba atau pupuk organik yang awalnya limbah PLTU mampu membawa manfaat luar biasa bagi pertanian.
 
"Ini cukup mengejutkan, karena yang terjadi panen padi meningkat, padahal faktor cuaca saat ini sedang tidak stabil," ungkapnya.
 
Seperti diketahui, PT PLN Indonesia Power memanfaatkan abu limbah pembakaran batu bara dari PLTU atau Fly Ash Bottom Ash (FABA) menjadi pupuk organik sehingga memberikan manfaat buat pertanian.
 
Senior Manager PLTU Banten 2 Labuan, Wisnu Kurniawan mengatakan, limbah dari salah satu unit PLTU banten 2 Labuan telah dilengkapi dengan teknologi penangkap abu atau Electrostatic Precipitator (ESP) sehingga bisa menangkap sisa pembakaran PLTU.
 
"Hal ini membuktikan bahwa kami tidak hanya menghasilkan listrik untuk menerangi Negeri namun juga dapat memberikan manfaat secara langsung bagi pertanian," jelasnya.
 
Menurut dia, pupuk organik yang berbahan dasar dari Faba PLTU Labuan, juga siap membantu mewujudkan kemandirian pangan Kabupaten Pandeglang.
 
Penulis : Asep Supriyanto
Editor.   : Khaerul Umam

Komentar

You must login to comment...