Pertanian dan Peternakan

Sumur Satelit Jadi Solusi Atasi Minimnya Air Bersih di Bekasi

Tuesday, 03 October 2023 11:08 WIB
Pj Bupati Bekasi, Dani Ramdan bersama Baznas dan warga saat meresmikan sumur satelit di Kampung Singkil Sasak, Desa Samudera Jaya, Kecamatan Tarumajaya. (Dok.JabarProv)

Radarsuara.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi, Jawa Barat, membangun sumur satelit di Kampung Singkil Sasak, Desa Samudera Jaya, Kecamatan Tarumajaya, untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat di wilayahnya.

Pj Bupati Bekasi, Dani Ramdan mengatakan, sumur satelit dari Baznas yang diresmikan belum lama itu menjadi solusi bagi warga yang belum mendapat layanan air PDAM, baik di musim kemarau maupun musim penghujan. 
 
Terlebih, kata dia, sumber air di wilayah utara Kabupaten Bekasi itu kondisi airnya payau yang tidak layak untuk dikonsumsi.
 
"Sumur satelit ini sangat efektif untuk masyarakat dalam mendapatkan air bersih, tidak hanya di musim kemarau, tapi di musim hujan juga. Karena sumur-sumur di sini airnya payau. Alhamdulilah setelah dicoba, air dari sumur satelit ini layak untuk dikonsumsi," ujarnya, Selasa 3 Oktober 2023.
 
Dani menyebutkan, sumur satelit dari Baznas ini dapat mencukupi kebutuhan air bersih warga satu kampung dan dapat diakses selama 24 jam.
 
"Tapi saya berharap di musim kemarau ini kita harus berhemat air dan menjaga lingkungan. Kurangnya air di musim kemarau karena pohon-pohon dan daerah resapan air semakin berkurang, sehingga air tidak bisa tersimpan," terangnya.
 
Sementara itu, Ketua Baznas Kabupaten Bekasi, Samsul Bahri mengatakan, dibuatnya sumur satelit di Kampung Singkil Sasak tersebut berdasarkan pengajuan warga dan relawan yang melaporkan tidak adanya sumber air yang layak dikonsumsi di daerah tersebut.
 
"Sumur satelit ini mempunyai kedalaman 138 meter, dengan mesin yang sangat baik, dengan kekuatan 25 persen saja sudah bisa mengisi toren kapasitas 2000 liter dalam waktu yang cukup cepat," jelasnya.
 
Samsul menuturkan, sumur satelit tersebut dapat mencukupi kebutuhan air bersih untuk 60-80 warga di desa tersebut. Bahkan dapat dimanfaatkan juga untuk warga dari desa lainnya.
 
"Ya, kita tidak membatasi. Selama airnya mencukupi, siapapun boleh mengambil, termasuk warga dari desa lain. Apalagi di musim kemarau seperti sekarang ini, silahkan dimanfaatkan selama airnya tidak berkurang," tandasnya.
 
Penulis : Dony PH
Editor    : Khaerul Umam
 
 

Komentar

You must login to comment...