Kegiatan tersebut diikuti berbagai pihak terdiri dari dinas terkait, kecamatan, perwakilan kepala desa, gabungan kelompok tani, kelompok tani didampingi penyuluh pertanian, akademisi dari Untama Pangkalan Bun.
Kepala Dinas Pertanian Kris Budi Hastuti mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan menggali saran dan masukan dari pemangku kepentingan dalam rangka untuk meningkatkan pelayanan terutama di sektor pertanian.
"Melalui kegiatan ini, maka sebuab pelayanan baik persyaratan, prosedur, biaya dan jangka waktu dapat diukur dan diketahui oleh pengguna layanan," ujarnya.
Menurut dia, dari total 26 standar pelayanan yang ada di Dinas Pertanian, sebanyak 9 standar pelayanan telah dipresentasikan kepada peserta.
Dijelaskan dia, mulai Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok Tani (RDKK) Pupuk bersubsidi, Penerbitan Surat Tanda Daftar Perkebunan, Layanan Bantuan Bibit Sayuran Mendukung Gerakan Gemar Bertanam.
Selanjutnya, la
yanan Pendampingan Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan, fasilitasi bantuan Hibah Alsintan, Fasilitasi Inseminasi Buatan, Layanan Kesehatan Hewan, Layanan Rumah Potong Hewan dan Pelayanan Pemasaran Hasil Komoditi Pertanian di UPT PPTU.
Dari diskusi itu, terdapat masukan bahwa petani membutuhkan pendampingan dan pelatihan mengenai teknik pembuatan pupuk organik, teknik budi daya tanaman.
"Kami di Dinas Pertanian siap melakukan pendampingan melalui Penyuluh pertanian untuk pembuatan pupuk organik, supaya kebutuhan masyarakat terpenuhi," ungkapnya.
Dirinya juga berharap guna bisa meningkatkan produktivitas dan menjaga ketahanan pangan, petani agar aktif mengadukan setiap persoalan yang di hadapi, supaya bisa langsung diatasi.
"Semoga kedepan, produktivitas terus meningkat, supaya stabilitas pangan tetap terjaga dan tentunya kesejahteraan petani juga meningkat," tandasnya.
Penulis : Asep Supriyanto
Editor. : Khaerul Umam