Kepala Distan Kabupaten Tanah Datar Sri Mulyani mengatakan, berdasarkan pendataan, bahwa di dataran rendah berpola tanam intensif. Hama tikus dapat merusak hingga 80% tanaman padi pada satu petak dalam satu malam (1 hari).
"Hama tikus menyerang mulai akar, batang, daun, hingga bulir tanaman padi, sehingga tanaman padi tidak dapat berkembang," kata salah seorang petugas Dinas Pertanian.
Menurut dia, untuk menangkap serangan hama tikus itu dibutuhkan kombinasi perlakuan meliputi penggunaan alat-alat pengendalian hayati dan kimiawi (pestisida, rodentisida).
"Petani juga harus menjaga kebersihan di area tanam, agar dapat mengendalikan hama tikus yang ada dipersawahan atau lahan pertanian," ujarnya
Dijelaskannya, bahwa pengendalian hama tikus harus dilakukan sejak dari dini, secara berkelanjutan dan serentak di area pertanian.
"Karena, keberadaan hama tikus itu terkait dengan tempat tinggal, tempat berkembang biak dan sumber makanan, jadi memang harus dibasmi secara serentak," tandasnya
Sejauh ini kata dia, pihaknya telah mengintruksikak petugas pengendali organisme penganggu tumbuhan bersama penyuluh pertanian rutin melakukan pengamatan hama dan penyakit tanaman.
Lalu, mereka melaporkan hasil amatannya ke pihak terkait sesuai dengan petunjuk teknis, sehingga menjadi acuan dalam mengatasinya.
Penulis : Asep Supriyanto
Editor. : Khaerul Umam