Gubernur Kaltim Isran Noor mengatakan, ada atau tidak adanya Ibu Kota Negara ( IKN) Nusantara, pihaknya harus tetap memajukan sektor pertanian supaya pemenuhan kebutuhan masyarakat tidak lagi tergantung terhadap pasokan dari luar daerah.
"Untuk itu, kami programkan pengembangan satu juta hektare lahan pertanian. Ini sangat penting karena selama ini untuk memenuhi kebutuhan masyarakat masih mengandalkan suplai dari luar," ujar Gubernur.
Gubernur menjelaskan, daerah yang dipimpinnya memiliki lahan yang cukup luas dan potensial, untuk lahan yang produktif ada di tujuh kabupaten.
"Lahan kita luas dan bisa diolah sehingga bisa menghasilkan produksi pangan, sehingga ke depan bisa memenuhi kebutuhan masyarakat, dengan begitu kesejahteraan petani juga akan meningkat," ungkapnya.
Berdasarkan data, pada 2022, lahan perkebunan seluas 25.718 hektare, pertanian 66.931 hektare, peternakan 191,5 hektare dan kehutanan 48.245 hektare, serta pengalokasian ruang RTRW 563.139 hektare.
"Capaian secara keseluruhan itu seluas 704.224,5 hektare, dan 2023 terdapat lahan peternakan 60 hektare dan kehutanan 37.457 hektare. Keseluruhan seluas 37.517 hektare," tuturnya.
Secara keseluruhan lahan perkebunan mencapai 228.374 hektare, pertanian 144.579,10 hektare, peternakan 541,47 hektare, perikanan 522,01 hektare, kehutanan (pola Perhutanan Sosial) 201.359 hektare, dan pengalokasian ruang RTRW 563.139 hektare.
Untuk pola pengembangan pertanian yang diusung yakni seperti food estate, tapi tersebar pada sentra-sentra di tujuh kabupaten dan kota. "Jadi, tidak dalam satu hamparan atau kawasan, tetapi menyebar di setiap wilayah kabupaten," tuturnya.
Dirinya berjanji, demi terwujudnya swasembada, dalam mendukung program sejuta hektar pertanian, pihaknya juga akan mendukung kebutuhan sarana dan prasarana yang dibutuhkan petani.
"Jadi, kami dukung juga melalui bantuan seperti alat mesin pertanian hingga bibit-bibitan yang menjadi kebutuhan petani," pungkasnya.
Penulis : Asep Supriyanto
Editor. : Khaerul Umam