Seperti diketahui sektor pertanian disebagian wilayah Provinsi sudah terkenda dampak, tamanan yang sudah ada dilanda kekeringan hingga terancam panen karena puso.
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPH-Bun) Sulawesi Selatan Imran Jausi mengaku, pihaknya telah menerima laporan ada sekitar 153 hektar area pertanian puso atau gagal panen.
"Iya, sudah saya laporkan, berdasarkan data terakhir ada 153 hektare yang mengalami puso, ini belum terlalu banyak," katanya.
Dia mengaku, pihaknya terus memantau situasi di lapangan, agar selalu mengetahui berbagai perkembangan di lapangan. Hal itu dilakukan supaya bisa memberikan solusi setiap persoalan.
Dan untuk mengatasi persoalan kekeringan itu, pihaknya telah mengintervensi keadaan dengan penyediaan air, dibantu pompa atau sumur di sekitar area pertanian.
"Kami juga kerahkan petugas lapangan untuk memantau kondisi setiap daerah dan harus dilaporkan sekali sepekan. Sehingga kalau ada potensi air dibuatkan sumur bor untuk mengisi embung," kata dia.
Dan untuk strategi lainnya, Pemerintah Provinsi Sulsel bersama Pemerintah Pusat ialah menyiapkan tambahan area tanam padi seluas 80.619 hektare (ha) untuk menghadapi dampak El Nino.
"Penambahan tanam akan dilakukan di Kabupaten Jeneponto, Maros, Wajo, Pinrang, Soppeng, Enrekang, Luwu, Tana Toraja, Gowa, Bone, Palopo, Luwu Timur dan Luwu Utara," paparnya.
Dan dari tambahan area tanam itu, diharapkan mampu menambah produksi pertanian sebanyak 400.000 ton cadangan gabah kering panen dengan estimasi tambahan sebanyak 5-6 ton per hektare.
Penulis. : Asep Supriyanto
Editor. : Khaerul Umam