Kepala Bidang Sarana Penyuluhan dan Pengendalian Pertanian Diperta Kabupaten Probolinggo, Faiq El Himmah mengatakan, pelaksanaan Sekolah Lapang Agribisnis Tembakau dimaksudkan agar para petani lebih memahami dalam mengembangkan pertaniannya.
Terlebih, kata dia, kebijaksanaan dan teknologi pembangunan perkebunan pada umumnya dan komoditas tembakau pada khususnya perlu disebarkan secara cepat dan mudah dipahami oleh masing-masing pemakainya (petani-petugas pertanian lapangan).
“Hal ini dilakukan untuk diproses lebih lanjut dan digunakan dalam pengelolaan usaha tani termasuk di dalamnya proses produksi maupun pengolahan yang berorientasi agribisnis,” jelas Faiq, Sabtu 16 September 2023.
Faiq mengatakan, untuk memenuhi kebijaksanaan tersebut maka diperlukan upaya peningkatan kemampuan penyuluh pertanian, petani tembakau secara terpadu dan berkelanjutan melalui Sekolah Lapang Agribisnis Tembakau.
“Sekolah Lapang Agribisnis Tembakau ini merupakan proses pendidikan untuk petani tembakau yang terhimpun dalam kelompok tani di lapangan bersama narasumber yang berkompeten untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman, ketrampilan tentang prinsip-prinsip usaha tani yang berorientasi agribisnis,” katanya.
Dia pun meyakini Sekolah Lapang Agribisnis Tembakau ini akan mampu meningkatkan pengetahuan, pemahaman, ketrampilan dan penghayatan tentang prinsip-prinsip usaha tani yang berorientasi agribisnis.
“Dari Sekolah Lapang Agribisnis Tembakau ini diharapkan terjadi proses adopsi prinsip-prinsip usaha tani yang berorientasi agribisnis di mana petani tembakau menjadi ahli, mampu mengambil keputusan dan mampu menjadi pengusaha yang handal serta bisa menyebarluaskan prinsip-prinsip agribisnis,” harapnya.
Faiq menambahkan, 10 azas dalam proses belajar dalam SL Agribisnis Tembakau meliputi kemitraan, pengalaman nyata, kebersamaan, partisipasi, swasembada, kesinambungan, manfaat, kesesuaian, lokalitas dan keterpaduan.
“Ke-10 azas tersebut dapat dicapai melalui kegiatan belajar yang menjamin kemitraan antara petani dan pelatih/narasumber, perencanaan bersama di kelompok tani, keputusan bersama dari anggota kelompok tani, cara belajar lewat pengalaman, melakukan sendiri, mengalami sendiri, menemukan sendiri, teori dan praktek terpadu di lapangan dengan sarana yang ada,” pungkasnya.
Penulis : Dony PH
Editor. : Khaerul Umam