Pertanian dan Peternakan

Dampak Positif Farmer Engagement Program

Saturday, 16 September 2023 11:06 WIB
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Supardi. (Dok.KabupatenNgawi)

Radarsuara.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngawi, Jawa Timur berharap kemitraan petani atau Farmer Engagement Program (FEP) bersama Wilmar Padi Indonesia (WPI) terus berjalan.

Pemkab Ngawi menilai, kemitraan dari WPI tersebut membawa dampak positif terhadap kelangsungan hidup petani.
 
“Adanya kemitraan positif bagi petani karena ada saling menguntungkan antara petani dengan perusahaan. Petani dibantu pupuk dan bibit dari Wilmar, sehingga pola kemitraan ini bisa diperluas ke depannya,” ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Ngawi, Supardi, Sabtu 16 September 2023.
 
Untuk itu, dia mendukung kehadiran Wilmar di Ngawi. “Kami minta melakukan kemitraan dengan petani dan kami welcome Wilmar datang kesini. Tapi syaratnya harus melibatkan petani,” ungkap Supardi.
 
Di samping itu, dia menyebutkan, pola kemitraan Wilmar dengan petani di Kabupaten Ngawi terus berjalan dan meluas. Pada 2020, luasan lahan yang dikerja samakan yakni seluas 100 hektare. Kemudian meningkat di 2022 seluas 800 hektare 
 
Pengembangan kemitraan itu juga kata Supardi, memberikan bantuan penyuluhan ke petani, salah satunya pemantauan perkembangan padi. “Kami berharap kemitraan dengan Wilmar seterusnya atau berkelanjutan,” katanya.
 
Musabab, semua ini dilakukan tujuan utamanya untuk peningkatan produksi padi. “Rata-rata produksi padi saat ini berkisar 7 ton-8 ton per hektare” sebutnya.
 
Selain itu, adanya WPI memberikan kepastian harga gabah ke petani. “Petani jadi ayem karena ada kepastian harga dan penyerapan hasil panen,” ungkap Supardi.
 
Supardi membantah adanya isu Wilmar memonopoli pembelian petani. Sebab menurutnya, perusahaan ini terbuka dengan siapa pun. “Semua boleh masuk, petani atau lewat penggilingan padi boleh langsung menjual ke pabrik Wilmar,” ujar dia.
 
Selain itu, kata dia, pembelian gabah petani oleh Wilmar lebih rendah ketimbang harga di pasaran. Ada 135 penggilingan padi di Ngawi ditambah 4 penggilingan padi besar.
 
“Kami melakukan sinergi dengan Wilmar dengan yang lain supaya tidak saling bersaing satu sama lain,” ungkap Supardi.
 
Penulis : Dony PH
Editor    : Khaerul Umam
 

Komentar

You must login to comment...