Pertanian dan Peternakan

Kementan Siapkan Bibit Unggul Hadapi El Nino

Thursday, 14 September 2023 09:04 WIB
Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan, Suwandi. (Dok.Kementan)

Radarsuara.com - Kementerian Pertanian (Kementan) terus melakukan terobosan untuk meminimalisir adanya kerugian para petani di tengah fenomen El Nino yang saat ini terjadi.

Beberapa terobosan yang dilakukan di antaranya adalah menyediakan bibit unggul, melakukan perluasan areal tanam baru, mekanisasi pertanian dan pencegahan alih fungsi lahan.
 
Dirjen Tanaman Pangan Kementan, Suwandi mengatakan, upaya tersebut termasuk juga untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan para petani agar semakin kokoh sebagai bantalan pertumbuhan ekonomi nasional.
 
“Peningkatan pendapatan akan berpengaruh pada kesejahteraan petani. Target peningkatan produksi hanyalah media antara, demi mencapai peningkatan pendapatan,” kata Suwandi, Kamis 14 September 2023.
 
Suwandi menyebut, ada beberapa strategi yang dapat ditempuh petani untuk meningkatkan pendapatan, diantaranya inovasi. 
 
Menurutnya itu dibutuhkan untuk memaksimalkan kualitas produksi yang dihasilkan pertanian. Meski cara lama akan mendatangkan hasil yang sama, dimana posisi petani sebagai price taker, namun jika petani membentuk korporasi, posisi tawar akan meningkat.
 
Dia menambahkan, peningkatan pendapatan juga diperoleh jika dilakukan efisiensi biaya dengan teknologi. Gunakan input yang dapat dibuat sendiri dengan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle), sehingga lebih hemat biaya dan lebih ramah lingkungan.
 
“Peningkatan kualitas juga dapat meningkatkan pendapatan. Contohnya pertanian integrated farming, peningkatan indeks pertanaman, serta hilirisasi produk turunan. Tak lupa kemitraan dan permodalan,” terang Suwandi.
 
Sementara itu, Sekretaris Jenderal DPN HKTI, Sadar Subagyo mengaku sangat setuju dengan upaya Kementan dalam meningkatkan pendapatan petani karena pertanian bukan single entitas.
 
“Selaras dengan arahan Dirjen Tanaman Pangan, untuk dapat meningkatkan pendapatan petani, maka biaya produksi berupa pupuk dan pestisida harus ditekan. Sediakan Kredit Kepemilikan Lahan agar petani semakin bergairah," tuturnya.
 
Karenanya, kata dia, mengembangkan sistem pertanian terpadu berbasis poktan atau gapoktan harus dilakukan agar petani tak hanya memperoleh pendapatan dua sampai tiga kali setahun, namun bisa memiliki pendapatan harian, bulanan, semesteran, dan tahunan. 
 
"Dengan pertanian terpadu, kawasan tak hanya ditanami satu jenis tanaman, tapi juga peternakan dan perikanan, sehingga budidaya lebih efisien secara input,” jelas Sadar Subagyo.
 
Penulis : Dony PH
Editor.   : Khaerul Umam

Komentar

You must login to comment...