Untuk menunjang program tersebut, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang meluncurkan penggunaan Internet of Things (IoT) berupa aplikasi Smart Farming.
Kepala Dispangtan Kota Malang, Slamet Husnan Hariadi mengatakan, untuk mendukung smart farming pihaknya terus berinovasi dengan memanfaatkan teknologi digital dan informasi.
"Ya, inovasi ini kami luncurkan untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan keberlanjutan dalam produksi pertanian perkotaan," katanya.
Menurut Slamet, dalam aplikasi smart farming tersedia beberapa kegiatan pertanian yang dapat dilakukan dari jarak jauh, di antaranya adalah smart irigasi dan dan smart lighting.
Dirinya berharap, dengan menggunakan aplikasi ini, kegiatan urban farming yang dilakukan oleh masyarakat dapat memperoleh hasil produksi yang berkualitas.
“Aplikasi yang kita gunakan ini berbasis android, jadi di manapun kita berada, kita bisa mengendalikan, kapan harus menyalakan lampu, kapan harus menghentikan kegiatan penyiraman dan sebagainya," ungkap dia.
Masih kata Slamet, secara perhitungan dengan penggunaan aplikasi tersebut akan lebih efektif, baik dalam penggunaan air maupun penggunaan daya listrik.
"Jadi, ini adalah konsep dasar dari penggunaan smart farming, smart irigasi, dan smart lighting,” tandasnya.
Penulis : Asep Supriyanto
Editor. : Khaerul Umam