Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Rote Ndao Salmun Haning mengatakan, keberadaan 7 BPP yang direhan tahun ini berada di 7 wilayah kecamatan.
"Untuk tahun ini ada 7 BPP yang kami rehab, biaya masing-masing sebesar Rp600 juta, itu sudah lengkap berikut
dengan sarana pendukung berupa fasilitas kantor, meubelair, dan lainnya," ujarnya.
Menurut Salmun, untuk proses pengerjaan fisik rehabilitasi ketujuh Balai Penyuluh Pertanian akan segera dimulai seban saat ini sudah selesai tender dan tandatangan kontrak dengan dengan pemenang lelang.
Dijelaskannya, rehabilitasi Balai Penyuluh Pertanian di Kecamatan Rote Barat dilaksanakan CV Teguh Karya, sementara untuk BPP Kecamatan Pantai Baru oleh CV Tivani Karya.
Selanjutnya, untuk pengerjaan di Kecamatan Ndao Nuse oleh CV Dwi Multi Jaya, Kecamatan Rote Tengah CV Amar Mandiri, Kecamatan Rote Barat Daya (Lalukoen) CV Elka, Landu Leko (Daiama) CV Gerim Pratama, dan Lobalain CV Tujuh Jaya.
"Sesuai kontrak, untuk pengerjaannya harus selesai bulan Desember 2023 mendatang. Semoga bisa diselesaikan sesuai kontrak," tuturnya.
Dirinya menilai, pembangunan itu sangat diperlukan, mengingat untuk mendukung keberlanjutan sektor pertanian, dan peran penyuluh pertanian cukup besar dalam menjaga ketahanan pangan.
Penulis : Asep Supriyanto
Editor. : Khaerul Umam