Pertanian dan Peternakan

Agrowisata Religi Bukti Komitmen di Sektor Pertanian

Monday, 11 September 2023 09:05 WIB
Irjen Kementan, Jan Samuel Marinka bersama Bupati Banyuasin, Askolani meresmikan Kampung Agrowisata Religi di Desa Langkan, Kecamatan Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan. (Dok.BanyuasinKab)

Radarsuara.com - Irjen Kementan, Jan Samuel Marinka, memimpin launching pembukaan areal baru Kampung Agrowisata Religi di Desa Langkan, Kecamatan Banyuasin III, Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan.

Bersama Bupati Banyuasin, Askolani dalam launching yang dilaksanakan kemarin itu, Jan Samuel menyebut bahwa Kampung Agrowisata Religi adalah salah suatu contoh komitmen dari kepala daerah terhadap sektor pertanian. 
 
“Ini akan berdampak pada penambahan produksi pertanian yaitu beras atau gabah dan menjadi contoh kabupaten kota lain untuk melakukan apa yang dilakukan di Kabupaten Banyuasin,' ungkapnya, Senin 11 September 2023.
 
Untuk memperkuat itu, Jan Samuel mengatakan bahwa Kementan juga telah meminta dan mensosialisasikan hingga ke tingkat desa agar dapat mengalokasikan dana desa sebesar 20 persen untuk kegiatan pertanian.
 
“Kekuatan desa akan membentuk lumbung-lumbung desa membentuk kekuatan ditingkat kabupaten sampai ke Provinsi dan akhirnya dari desa untuk Indonesia”, jelasnya.
 
Sementara itu, Bupati Banyuasin, Askolani mengatakan, sektor pertanian memiliki peranan yang sangat penting dan strategis dalam pembangunan di Kabupaten Banyuasin.
 
Perannya, kata dia, bukan saja memberikan andil terhadap ketahanan pangan, tetapi juga memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap perkembangan perekonomian secara menyeluruh terhadap masyarakat.
 
“Oleh karena itu, pembangunan sektor pertanian kita jadikan salah satu prioritas utama pembangunan daerah Kabupaten Banyuasin," jelasnya.
 
Askolani mengaku yakin dan percaya dengan adanya dukungan dari Kementerian Pertanian RI membuka lahan tidur yang ada di Kabupaten Banyuasin, akan dapat membuat peringkat Kabupaten Banyuasin dari Posisi 4 se-Indonesia penghasil gabah kering naik menjadi peringkat pertama mengalahkan Kabupaten Indramayu.
 
Meskipun membuka lahan tidur membutuhkan perjuangan, termasuk biaya dan pekerjaan berat seperti pembangunan irigasi dan tanggul, lanjutnya, namun dengan dukungan yang tepat, lahan tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal.
 
“Namun jika semua Lahan itu dibuka untuk pertanian bukan tidak mungkin dapat membuat Kabupaten Banyuasin menjadi peringkat pertama penghasil Beras se-Indonesia. ini adalah hasil kerjasama semua pihak, termasuk penyuluh petani dan para petani sendiri," tandasnya.
 
Penulis : Dony PH 
Editor    : Khaerul Umam
 

Komentar

You must login to comment...