Pertanian dan Peternakan

Petani Diuntungkan Berkat Keran Impor yang Dibatasi 

Saturday, 09 September 2023 14:05 WIB
Bupati Klaten Sri Mulyani bersama kelompok tani panen padi varietas Trisakti. (Dok.klatenkab.go.id)

Radarsuara.com - Memasuki masa panen, harga gabah di sejumlah daerah naik. Menyikapi hal itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Pemkab Klaten, Widiyanti mengatakan, kenaikan harga gabah terjadi akibat beberapa faktor, salah satunya keran impor dari sejumlah negara dibatasi.

Dirinya mengungkapkan, harga gabah kering panen (GKP) di Klaten mencapai angka Rp 7.000 per kilogram. Hal itu juga dinilai karena ada persaingan.
 
"Sekarang ada persaingan pembelian gabah. Bahkan berani membeli dengan harga tinggi bisa dikatakan para spekulan," kata Widiyanti.
 
Dirinya juga menilai bahwa tingginya harga gabah karena dampak persoalan global. Sebab ada sejumlah negara penghasil beras yang menutup keran ekspor termasuk ke Indonesia.
 
"Jadi ada beberapa negara penghasil beras menutup keran ekspor, sebenarnya situasi ini cukup menguntungkan bagi petani," ucapnya.
 
Meski demikian, dirinya mengklaim  bahwa secara umum produksi gabah di Klaten masih aman. "Ya, sejauh ini produksi kita stabil. Insyaallah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat masih terjaga," ujar dia.
 
Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Pemkab Klaten, Lilik Nugraharjo menilai, kenaikan harga gabah tersebut membingungkan. 
 
Hal itu bukan tanpa alasan, sebab produksi gabah di petani mayoritas meningkat, di situasi itu biasanya harga gabah turun bulan mengalami kenaikan.
 
Dia khawatir kenaikan harga gabah tersebut permainan pengepul yang sengaja membeli gabah dengan harga tinggi untuk ditimbun. "Takutnya ini permainan pengepul, menimbun," cetusnya.
 
Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Pemkab Klaten, tren produksi gabah mengalami kenaikan. Produksi Bulan April 39.520 ton, Mei 32.118 ton, Juni 49.790 ton, dan bulan Juli mencapai 62.836 ton.
 
Penulis : Asep Supriyanto
Editor.   : Khaerul Umam
 
 

Komentar

You must login to comment...