Berdasarkan data yang dikeluarkan Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) setidaknya ada 200 hektare lahan pertanian padi yang terkena dampak.
Menyikapi kondisi itu, Kepala Distanak Kutai Kartanegara, Muhammad Taufik mengambil langkah cepat, mengantisipasi agar jangan sampai terjadi gagal panen yang bisa berdampak terhadap ketahanan pangan.
“Jadi baru ada indikasi, sedikitnya ada 200 hektare yang berpotensi terjadi gagal panen atau puso," kata Taufik.
Dalam penanganan kasus tersebut Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara berkolaborasi dengan Kodim 0906/KKR melakukan peninjauan ke lahan pertanian.
"Dalam mengantisipasi ini, kami lakukan sejumlah langkah strategis supaya bisa terhindar dari gagal panen. Dari hasil peninjauan ternyata masih ada sumber air walaupun kecil, ini bisa dioptimalkan dengan menggunakan pompa air,” jelasnya.
Dia juga meminta para petani yang mulai mengalami kekeringan agar segera berkoordinasi dengan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), sehingga setiap persoalan yang dihadapi bisa dilakukan langkah cepat
"Nanti tim dari dinas turun ke lapangan, untuk mengairi lahan bisa menggunakan pompa air yang telah disiapkan," ungkapnya.
Selain itu, Distanak juga terus mendorong untuk pemberian kompensasi berupa asuransi kepada petani apabila terjadi gagal panen akibat musim kemarau.
Penulis : Asep Supriyanto
Editor. : Khaerul Umam