Lapas Kelas IIB Kalabahi Garap Lahan Tidur Untuk Produksi Ubi Kayu
Monday, 04 September 2023 18:13 WIB
Proses dibukanya lahan tidur oleh Lapas Kalabahi, Nusa Tenggara Timur untuk penanaman ubi kayu. (Dok.NTTKemenkumham)
Radarsuara.com - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Kalabahi, Nusa Tenggara Timur, membuka lahan tidur yang terletak tepat di samping Lapas untuk menanam ubi kayu.
Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kalabahi, Yusup Gunawan mengatakan, itu dilakukan untuk
mengantisipasi kesulitan pangan di musim kemarau.
Pembukaan lahan tidur yang memiliki luas sekitar 2.000 meter persegi tersebut, kata dia, merupakan lahan pertanian milik Lapas yang sudah tidak digunakan lebih dari dua tahun.
"Sudah lebih dari 2 tahun lahan pertanian ini tidak digunakan. Dan kami kembali membukanya untuk mengantisipasi terjadinya kesulitan pangan di musim kemarau yang panjang tahun ini. Nantinya, kami akan manfaatkan lahan ini dengan menanam ubi kayu untuk menjaga ketahanan pangan masyarakat di daerah ini," ujar Yusup, Senin 4 September 2023.
Yusup juga menekankan pentingnya kontribusi Lapas Kalabahi melalui pemberdayaan warga binaan di bidang pertanian untuk mendukung program Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Alor, yakni Alor Kenyang, Alor Sehat, dan Alor Pintar.
Dalam pembukaan lahan tidur itu, kata dia, pihakhya melibatkan warga binaan asimilasi dan dikawal oleh Petugas Lapas. Prosesnya diperkirakan akan memakan waktu paling lama satu minggu sampai selesai.
"Kita punya warga binaan asimilasi yang banyak dan tentunya kita berdayakan mereka untuk mengolah lahan-lahan kita yang masih kosong, sehingga dapat bermanfaat bagi banyak orang termasuk mereka, juga para Petugas Lapas," tuturnya.
Selanjutnya, Yusup menyampaikan prinsipnya bahwa dalam mengerjakan sesuatu, tidak ada yang tidak bisa diselesaikan. Intinya, mempunyai niat yang besar dan dilaksanakan dengan sungguh-sungguh.
"Seluruh warga binaan di sini, kalau sudah memenuhi syarat asimilasi kerja di luar tembok. Langsung kita kondisikan mereka untuk bekerja sesuai keahliannya masing-masing. Utamanya, kami fokuskan ke bidang pertanian karena hampir kebanyakan warga binaan Lapas Kalabahi mempunyai keahlian dalam bercocok tanam. Proses ini juga akan mengasah kemampuan mereka untuk lebih terampil dan dapat menjadi manusia produktif di masa mendatang setelah menyelesaikan pidana yang dijalani," pungkas Yusup.
Penulis : Dony PH
Editor. : Khaerul Umam
Komentar
You must login to comment...Be the first comment...
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor
1134/DP-Verifikasi/K/X/2023