Pertanian dan Peternakan

Mahasiswa Unila Belajar Managemen Sapi Potong ke Australia

Monday, 04 September 2023 12:08 WIB
Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Lampung di Australia. (Dok.unila.ac.id)

Radarsuara.com - Melalui program Northern Territory Cattlemen’s Association (NTCA), Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Lampung (FP Unila) belajar managemen sapi potong di perusahaan peternakan di Australia Utara.

Program NTCA dirancang untuk memberikan pembelajaran praktis dan langsung, pengembangan hubungan dan pertukaran budaya antara industri sapi potong di Indonesia dan Australia Utara.
 
Mahasiswa Unila jurusan Peternakan angkatan 2020 Zulvina Afrianti mengaku, untuk mendapatkan program magang tersebut dirinya harus menjalani proses seleksi yang panjang.
 
"Jadi tahap seleksi dimulai dari tes internal melalui alumni dan dosen, Interview dan test TOEFL dengan minimal skor 450," katanya.
 
Zulvina menuturkan sebelum ia ditempatkan di Newcastle Waters wilayah Barkly barat Northern Territory selama enam minggu dirinya diberi beberapa pelatihan.
 
"Ada beberapa materi, seperti pelatihan berkuda, mengendarai motorbike, mengenai pengendalian sapi potong, mengenai biosekuriti peternakan di Australia, dan pertolongan pertama," ungkapnya.
 
Mendapat kesempatan untuk terjun langsung ke dunia kerja di luar negeri, ia merasakan banyak culture shock yang didapatkan seperti, perbedaan budaya, serta perbedaan waktu dan cuaca antara Indonesia dengan Australia.
 
”Culture shock pasti ada tetapi hal tersebut menjadi sebuah tantangan yang sangat excited saya rasakan," jelas dia.
 
Menurut dia, keahlian yang sangat diperlukan dalam menjalankan program tersebut adalah berbahasa Inggris, pengetahuan tentang peternakan sapi potong, hubungan antara peternakan Indonesia dengan Australia serta dibutuhkan juga fisik yang kuat dan sehat.
 
Dia berharap dengan kesempatan magang tersebut, dapat menambah pengalaman serta pengetahuan di bidang peternakan khususnya manajemen sapi potong yang baik agar dapat membantu meningkatkan pembibitan peternakan di Indonesia.
 
Masih kata dia, bahwa di Indonesia berfokus pada penggemukan sapi potong, sedangkan australia berfokus pada pembibitan sapi. Supaya Indonesia tidak tergantung pada ekspor sapi dari negara lain.
 
"Indonesia dapat mengimplementasikan manajemen pemeliharaan dan biosekuriti peternakan Australia pada peternak kecil dan tentunya peternakan besar agar peternakan Indonesia secara menyeluruh dapat semakin baik dan berkembang,” pungkasnya.
 
Penulis : Asep Supriyanto
Editor.   : Khaerul Umam

Komentar

You must login to comment...