Hal itu sesuai data yang tercatat di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bahwa kekeringan hingga mencapai 999 hektare lahan sawah di Kecamatan Bula Barat.
Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Kabupaten SBT, Jahra Kotarumalos mengatakan, kekeringan itu terjadi karena sudah hampir tiga bulan terakhir tidak adanya turun hujan.
"Jadi hasil pendataan petugas kami dilapangan, ada sekitar 999 hektare sawah yang kekeringan, hingga para petani gagal panen," kata Jahra.
Menurut kepala BPBD, dari 999 hektare sawah yang mengalami krisis air tersebut, 160 hektar harus dipanen paksa oleh petani, sementara 60 hektare mengalami gagal panen.
"Sisanya ada sekitar 779 hektare lahan pertanian terpaksa dibiarkan kosong oleh petani, sebab tidak ada pasokan air sehingga petani tidak bisa melakukan penanaman," ungkapnya.
Dia mengaku, selama tiga bulan tidak ada turun hujan juga menyebabkan sungai-sungai kering dan sumur kehilangan rembesan sumber air.
Hal itu membuat para petani tidak berdaya, sebab sistem irigasi dan sungai yang biasanya menjadi sumber air untuk sawah mereka juga mengalami kekeringan.
Atas kondisi tersebut para Petani berharap agar pemerintah daerah Kabupaten Seram Bagian Timur segera mengambil langkah untuk mengatasi masalah kekeringan yang melanda lahan pertanian.
Penulis : Asep Supriyanto
Editor. : Khaerul Umam