Kerja sama ini diawali dengan beberapa penelitian tentang potensi biomassa berbasis limbah pertanian dan karakterisasi produk pirolisis dari berbagai sumber limbah pertanian.
Dari penelitian awal tersebut, sudah didapatkan beberapa luaran berupa alat pirolisis dan ikut serta dalam beberapa publikasi ilmiah seminar internasional. Penelitian terkait biochar dari biomassa berbasis limbah pertanian, hasil hutan dan limbah agroindustri serta karakterisasi nano biochar telah dilakukan oleh anggota tim MF sejak tahun 2014 sampai sekarang.
Penelitian ini dilakukan oleh Hendrix Yulis Setyawan sebagai Ketua Pengusul dengan anggota Nimas Mayang Sabrina Sunyoto, Yusron Sugiarto, Beauty Suestining Diyah Dewanti Lukman Hakim, Syahrul Kurniawan, Gabryna Auliya N, Vindhya Tri Widayanti, Devy Ulandari, Shafira Arini Sundari, Andhika Putra Agus Pratama, Ilham Akbar Pamungkas, Viqy Maulana MS, serta 18 orang mahasiswa MBKM terintegrasi skripsi.
Biochar, menurut Hendrix Yulis Setyawan, selaku pengusul, adalah limbah pirolisis biomassa. “Prinsip kerjanya, biochar direduksi menjadi ukuran nano kemudian di impregnasi dengan fosfat. Biochar ini, kemudian dapat digunakan pada tanaman, sehingga tanaman mendapat nutrisi fosfat lebih cepat dan efisien," jelasnya dikutip dari laman resmi Universitas Brawijaya, Jumat 1 September 2023.
Biochar, lanjutnya, adalah pupuk berbahan dasar sekam padi. Pemilihan bahan ini dikarenakan ketersediaan dan kemudahan mencari bahan baku. Untuk pemakaiannya.
Hendrix menyebut Biochar bisa digunakan dengan cara di semprot atau di tanah. “Untuk semprot, kami menguji dengan komposisi 3 gram pupuk dalam 1 liter air. Saat ini masih dikaji juga hasilnya oleh teman-teman di Fakultas Pertanian," terangnya.
Di FTP sendiri, kata Hendrix, telah dilakukan beberapa penelitian dan pengembangan di FTP terkait kandidat sumber biochar. “Beberapa bahan yang digunakan dalam penelitian biochar ini antara lain sekam padi, bagasse, tandan kosong kelapa sawit dan lainnya. Untuk mendapat biochar ukuran nano ini, modifikasi dilakukan dengan pirolisis biomassa dan pengecilan ukuran," jelas dosen FTP ini.
Dengan kerja sama ini, Hendrix meyakini pihaknya dengan PT Pupuk Indonesia mampu memaksimalkan pupuk biochar.
“Manfaat dari program ini dapat menjalin kerja sama antara Universitas Brawijaya, PT. Pupuk Indonesia, petani dan pemerintah. Selain itu akan dihasilkan prototipe pupuk nano-p berbasis biochar yang merupakan hilirisasi dari riset universitas dan berpotensi untuk diproduksi oleh PT. Pupuk Indonesia," tandas Hendrix.
Penulis : Dony PH
Editor. : Khaerul Umam