Pelaksana tugas Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi Nayu Kulsum mengatakan, untuk menjaga hasil panen, pihaknya telah menyiapkan sejumlah bantuan bagi petani mulai benih hingga pompa air.
Dia juga mengaku terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memasok bantuan air ke lahan-lahan yang memang rawan terjadi kekeringan.
"Untuk mengurangi risiko petani gagal penan kami siapkan bantuan benih. Insya Allah kami juga sudah menyediakan pompa, tinggal sumber airnya, kami bersinergi dengan Perum Jasa Tirta untuk bantuan air," urainya.
Dia mengaku optimistis produksi padi di Kabupaten Bekasi tidak terganggu meski mengalami kekeringan, sebab kata dia, mayoritas areal persawahan masih sanggup produksi hingga enam ton padi per hektare.
"Produksi kita masih di Intensitas Pertanaman 200, artinya setiap tahun dua kali itu masih eksis, untuk efisiensi saat terkendala pengairan, biasanya petani segera menanam," tuturnya.
Masih kata dia, bahwa produksi rata-rata masih di enam ton, kalau kondisi seperti ini ada yang berkurang. "Secara umum ini rata-rata masih di angka enam ton dalam satu hektare," tandasnya.
Penulis : Asep Supriyanto
Editor. : Khaerul Umam