Mahasiswa Unugiri Modifikasi Alsintan Penabur Pupuk
Saturday, 26 August 2023 14:08 WIB
Mahasiswa Unigiri praktekan penggunaan alat pupuk sederhana hasil modifikasi. (Dok.kominfo.jatimprov.go.id)
Radarsuara.com - Pertanian berkelanjutan perlu daya dukung yang maksimal. Salah satu elemen yang bisa mendukung adalah peran mahasiswa. Terbukti sudah banyak mahasiswa yang turut berinovasi.
Salah satunya dilakukan mahasiswa dari Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (Unugiri) Bojonegoro yang memodifikasi alat pertanian penabur pupuk sederhana.
Ketua kelompok 37 KKN Unugiri Bojonegoro, Deni Ferdian Saputra mengatakan, inovasinya itu sebagai upaya dukungan mahasiswa dalam program pertanian guna menyongsong smart village dan meminimalkan cedera punggung,
Dia menuturkan, setelah memalui proses observasi dan diskusi bersama petani, maka mereka berinisiatif mengembangkan alat pertanian yaitu penabur pupuk sederhana dengan tujuan untuk mempermudah kerja para petani.
"Awalnya, kami melihat besarnya potensi dalam bidang pertanian di desa ini, sebagian besar warga berprofesi sebagai petani. Sehingga kami membuat inovasi alat ini untuk membantu mereka," kata Deni.
Lebih lanjut Deni menjelaskan, pembuatan alat penabur pupuk sangat sederhana, hanya membutuhkan dua bahan saja, yaitu paralon dan jurigen.
"Kalau untuk cara penggunaanyapun sama dengan alat penabur pupuk biasanya. Namun untuk penabur yang dibuat ini khusus untuk pupuk kering," ujarnya.
Dirinya berharap, dengan adanya alat penabur pupuk sederhana ciptaannya dapat membantu para petani, dan bisa meminimalisir cedera punggung akibat beban memikir beban. "Semoga ini bermanfaat dan petani mendapatkan kemudahan dan hasil panen yang memuaskan," ungkap Deni.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Desa Tegalkodo, Tommy Listiono, juga mengatakan, inovasi yang dilakukan oleh para mahasiswa bisa dipahami, dicermati dan bisa ditiru oleh petani.
"Alat pertanian yang diciptakan ini dapat meringankan biaya dan mendapatkan hasil yang memuaskan. Jika Prospek ini bagus dan berhasil alat ini dapat dipasarkan ke BUM Desa oleh kelompok tani, karena 90 peres warga di des aini adalah petani atau buruh tani," pungkas Kades.
Penulis : Asep Supriyanto
Editor. : Khaerul Umam
Komentar
You must login to comment...Be the first comment...
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor
1134/DP-Verifikasi/K/X/2023