Bupati Wonogiri Joko Sutopo mengatakan, berharap dengan adanya bantuan tersebut petani bisa lebih semangat untuk menjalankan usaha tani.
"Semoga petani semakin semangat, sebab bantuan ini akan membantu kinerja petani, dan diharapkan produktivitas pertanian semakin meningkat," kata Bupati.
Joko meminta, para petani bisa memanfaatkan bantuan tersebut sebagaimana mestinya, dan mampu membawakan kesejahteraan para petani.
Menurut dia, bahwa peran petani sangat kompleks, tidak hanya sebagai mata pencaharian masyarakat, tetapi juga penyedia bahan pangan, industri, dan sumber energi. Dan Alsintan akan membangun tata kelola pertanian terbaik di Wonogiri.
Dirinya meminta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Kepala DPKP) terus aktif meningkatkan peran pembimbing petani lewat penggunaan teknologi dengan memberdayakan petugas penyuluh lapangan (PPL).
"Lewat bantuan ini, mari go nyawiji sesarengan mbangun wonogiri untuk Wonogiri yang maju, mandiri, sejahtera, melalui sektor pertanian," ajaknya.
Rincian anggaran bantuan alsintan senilai Rp 12.912.005.000 untuk 211 poktan adalah sebagai berikut:
1. Jalan Usaha Tani sebanyak 30 unit yang diambil dari Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp 6.000.000.000.
2. Pembangunan dan perbaikan Jaringan Irigasi Usaha Tani (JITUT) sebanyak 5 unit dari DAK senilai Rp 1.000.000.000
3. Pembangunan dan perbaikan Jalan Produksi sebanyak 12 unit dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) senilai Rp 1.200.000.000
4. Pembangunan dan perbaikan JUT Padat Karya sejumlah 10 unit dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) senilai Rp 1.000.000.000
5. Pupuk tembakau sejumlah 16.700 kilogram (kg) dari DBHCHT senilai Rp 238.555.000
6. Alat mesin pertanian, sebanyak 143 unit senilai Rp 3.373.450.000 antaralain, 15 unit hand tractor rotary senilai Rp 238.555.000, cultivator 50 unit senilai Rp 775.000.000, electric hand sprayer 250 unit senilai Rp 300.000.000, alat perajang tembakau 8 unit senilai Rp 133.200.000, dan 5 unit kendaraan roda tiga senilai Rp 162.750.000.
Selain DBHCHT, dana yang digunakan untuk alat mesin tani juga berasal dari DAK, seperti 3 unit combine harvester senilai Rp 1.380.000.000, dan pekarangan pangan lestari 2 unit senilai Rp 100.000.000.
Penulis : Asep Supriyanto
Editor. : Khaerul Umam