Pertanian dan Peternakan

Nilai Tukar Petani di Lamongan Naik Sebesar 113.21

Thursday, 24 August 2023 14:12 WIB
Panen raya di Lamongan Jawa Timur. (Dok.jatimprov.go.id)

Radarsuara.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan merilis kenaikan Nilai Tukar Petani (NTP) 2023 semester I sebesar 113.21 dari tahun 2022 sebesar 107.39.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lamongan, Moch Wahyudi mengatakan, kenaikan NTP tersebut  dipicu oleh indeks yang diterima petani (IT) lebih besar yakni 124.14 daripada indeks harga yang dibayar petani (lB) sebesar 109.68. 
 
Wahyudi menjelaskan, perhitungan NTP mencakup seluruh jenis komoditi pertanian diantaranya ialah subsektor tanaman pangan, tanaman holtikultura, tanaman perkebunan rakyat, peternakan, dan perikanan. 
 
"Angka NTP paling tinggi dialami oleh subsektor tanaman pangan sebesar 119.01," ungkapnya.
 
Masih kata Wahyudi, Indeks yang diterima petani mengalami kenaikan pada subsektor tanaman pangan. Adanya kenaikan terjadi pada gabah kering giling, gabah kering panen, gabah basah, dan jagung.
 
Dirinya juga mengungkapkan, kenaikan NTP pada subsektor tanaman pangan, khusunya beras juga dapat dilihat dari rata-rata harga beras pedagang eceran di Kabupaten Lamongan. 
 
Dia merinci, pada 18 Agustus 2023 harga beras premium sebesar 15.529, beras medium seharga 10.963, dan harga beras termurah 9.850. 
 
"Sedangkan harga tingkat produsen atau petani pada 18 Agustus 2023 beras premium dijual dengan harga 11.200, beras medium dijual dengan harga 10.111, dan beras termurah dijual dengan harga 8.020," paparnya.
 
Dirinya berjanji akan terus melaksanakan kegiatan penyusunan NTP. Karena NTP merupakan media pemantauan perkembangan harga-harga produksi pertanian, dan barang-barang konsumsi pertanian di Kabupaten Lamongan.
 
Penulis : Asep Supriyanto
Editor.   : Khaerul Umam
 

Komentar

You must login to comment...