Kepala DPKP Kota Jambi, Boy Evridal Asri mengatakan, musim kemarau telah memberikan tantangan serius bagi sektor pertanian dan sejumlah lahan pertanian di Jambi alami kekeringan parah.
Untuk itu, kata Kepala Dinas, pihaknya telah memberikan pemahaman kepada petani, mengenai pentingnya mengatur waktu penanaman dengan bijak.
"Petani kami petani, agar tidak melakukan penanaman selama musim panas ini, dan bagi yang sudah terlanjur menanam, langkah-langkah darurat seperti penggunaan pompa air telah disiapkan," kata Boy.
Menurut dia, hal itu bertujuan untuk memastikan pasokan air yang cukup bagi tanaman pertanian yang tengah tumbuh, sehingga bisa terhindar dari gagal panen.
“Beberapa hari lalu, ada hujan dan itu memberikan bantuan bagi petani. Meskipun tidak cukup untuk mengatasi keseluruhan masalah, setiap tetes hujan memberikan sedikit kelonggaran pada kondisi kekeringan,” ujarnya
Dia menuturkan, Jambi Timur menjadi salah satu daerah yang terdampak, sehingga pemerintah memberikan solusi dengan mencari sumber air tambahan.
"Kami gunakan pompa air, sumber air yang ditemukan dapat memberikan dukungan tambahan bagi keberlanjutan pertanian," jelasnya.
Masih kata dia, berdasarkan hasil pantauan di lapangan, ada sekitar 400 hektar yang rata-rata terdampak oleh kekeringan. Di wilayah itu petani menanam padi satu kali dalam setahun dan saat ini sudah mendekati waktu panen.
"Panen perdana sekitar dua minggu lagi, dan petani tetap berharap untuk mendapatkan hasil yang baik dari usaha pertanian mereka,” imbuhnya.
Penulis : Asep Supriyanto
Editor. : Khaerul Umam