Pertanian dan Peternakan

Sektor Pertanian Mampu Kendalikan Inflasi di Maluku

Tuesday, 22 August 2023 10:07 WIB
Gubernur Maluku Murad Ismail Panen Raya Padi. (Dok.mediacenter.malukuprov.go.id)

Radarsuara.com - Dengan sejumlah strategi, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku berhasil untuk mengendalikan inflasi daerah melalui sektor pertanian. Salah satu strateginya adalah pengembangan berbagai komoditas tanaman pangan mulai dari padi hingga hortikultura. 

Kepala Dinas Pertanian (Distan) Provinsi Maluku, Dr. Ilham Tauda mengatakan, pertama pihaknya lakukan peningkatan produksi padi seluas 2.250 Hektar dengan produksi mencapai 92.640 Ton Gabah Kering Giling (GKG).
 
Selanjutnya, untuk pengembangan komoditas hortikultura melalui pencanangan Gerakan Tanam Cabai dan Bawang Merah di 11 kabupaten/kota. 
 
"Produksi cabai rawit tahun 2019 tercatat 3.440 ton terus meningkat pada tahun 2020 dan 2021, dan selanjutnya pada tahun 2022 tercatat 3.820 ton," katanya.
 
Sedangkan untuk di subsektor peternakan, produksi daging sapi juga mengalami surplus. "Produksi tahun 2019 tercatat 2.201 Ton naik menjadi 3.456 Ton pada tahun 2022, daging sapi dipasarkan ke Provinsi Papua, Papua Barat dan Sulawesi Selatan," tambahnya.
 
Sementara di subsektor perkebunan juga mengalami peningkatan yang meliputi tanaman kelapa, pala, dan cengkeh dimana merupakan komoditi unggulan Provinsi Maluku.
 
"Produksi kelapa tahun 2019 sebanyak 104.328 ton dan 2022 naik menjadi 109.813 ton. Lalu untuk jenis pala tercatat 5.539 ton naik menjadi 5.901 ton, sementara produksi cengkeh mengalami peningkatan dari 20.502 ton  naik menjadi 21.435 ton," urainya.
 
Hal yang sama terjadi di bidang Perkebunan Tahun 2019-2022, berkat peningkatan kinerja Penyuluh Pertanian. "Kami miliki penyuluh sebanyak 1.015 orang dengan rincian ASN 388 orang, P3K 78 orang, THL-TBPP 314 orang, serta penyuluh swadaya 231 orang," jelasnya.
 
Untuk mempertahankan itu, pihaknya juga terus melakukan beberapa terobosan, seperti Pencanangan Maluku Integrated (MI) Farming, panen raya padi, pengembangan beras biofortifikasi dalam mendukung program penurunan prevalensi stunting.
 
"Selain itu, Distan juga terus kampanyekan Pertanian Organik Melalui Pembuatan Bio Saka, Peningkatan akses Keuangan Kredit Usaha Rakyat Pertanian melalui program Pelita si Tani dan Pembentukan Fasilitator Keuangan Mitra Tani (FKMT) di 11 Kabupaten/Kota.
 
"Kami juga gelar pangan murah serta operasi pasar pada beberapa lokasi dan Pengembangan Tanaman Sukun Varietas Tengah-tengah , Peningkatan sarana produksi berupa Bantuan 85 Unit Alat Mesin Pertanian untuk kelompok tani," tandasnya.
 
Penulis : Asep Supriyanto
Editor.   : Khaerul Umam
 

Komentar

You must login to comment...