Pertanian dan Peternakan

Jumlah Petani Milenial di Jabar Terus Bertambah

Saturday, 19 August 2023 12:02 WIB
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. (Dok.JabarProv)

Radarsuara.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat, meyakini semakin banyaknya anak muda yang terjun ke sektor pertanian akan mampu meningkatkan nilai ekonomi dari pertanian itu sendiri.

Pemprov Jawa Barat mencatat generasi muda yang tertarik  terhadap sektor pertanian terus meningkat. Tahun 2022 sebanyak 20.894 orang yang mendaftar dan lolos seleksi sebanyak 6.545 petani.
 
Sementara pendaftar Petani Milenial tahun 2021, sebanyak 8.998 dan yang lolos seleksi sebanyak 1.766 orang. Sehingga totalnya sebanyak 8.311 orang.
 
Kemudian peserta yang ikut inagurasi tahun 2022 dan 2023, tercatat sebanyak 5.344 orang, dengan sebaran 2.721 petani yang dibina di Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura, 788 Petani yang dibina di Dinas Kelautan dan Perikanan, 620 petani yang dibina pada Dinas Kehutanan, 620 petani yang dibina pada Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan serta 595 petani yang dibina pada Dinas Perkebunan.
 
Dengan peningkatan keterlibatan para anak muda tersebut, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengharapkan itu
membawa perubahan pada sektor pertanian masa depan.
 
“Maka, semangat tinggal di desa, rezeki kota bisnis mendunia, bukan suatu hal yang mustahil,” ujarnya, Sabtu 19 Agustus 2023.
 
Menurut Emil, sapaan akrabnya, program petani milenial bukan program "karpet merah" yang langsung sukses. Melainkan sebuah perjuangan Pemprov Jawa Barat yang sangat peduli terhadap keberlangsungan pertanian dan para petani.
 
“Tapi jangan khawatir, negara dalam hal ini Pemprov Jabar membersamai proses-proses perjalanan itu,” jelas Emil.
 
Lebih lanjut dia mengatakan, untuk terus mengembangkan kemampuan para anak muda, petani milenial tidak hanya mendapatkan pelatihan dan pendampingan metode pertanian yang lebih efektif dan efesien, tapi juga proses hilir.
 
Dimulai dari pengolahan, pengembangan produk, hingga pemasaran hasil tani ataupun produk olahan baik dalam maupun luar negeri melalui kegiatan pameran dan gerai petani milenial.
 
Selain itu, terdapat pula petani milenial yang magang ke luar negeri.
 
Emil menyebut, mereka dapat berdaya dan berdikari, tentu dengan proses tidak instan. Berjuang tidak henti, pantang menyerah dan konsisten harus jadi kekuatan utama petani milenial untuk mencapai keberhasilan. Hingga akhirnya terwujud regenerasi petani muda di masa depan.
 
"Tujuan program petani milenial adalah mengurangi permasalahan ketersediaan tenaga kerja pertanian di Jawa Barat, mengubah usaha pertanian menjadi menantang, sehingga akan banyak generasi milenial yang tertarik bergelut di sektor pertanian, perikanan, dan kehutanan," jelas Emil.
 
Selain itu, petani milenial juga diarahkan untuk dapat memanfaatkan teknologi guna menghasilkan produk pertanian berkualitas dan mampu berdaya saing, menumbuhkembangkan kewirausahaan muda pertanian, serta menciptakan pertanian maju, mandiri, dan modern.
 
Sasaran inovasi petani milenial adalah mewujudkan regenerasi petani di Jawa Barat dengan pemanfaatan lahan-lahan tidak produktif, penerapan teknologi tepat guna serta penumbuhan wirausahawan muda di sektor pertanian, perikanan dan kehutanan yang mandiri dan berkelanjutan.
 
Sementara, Kepala Biro Perekonomian Setda Pemda Provinsi Jawa Barat, Yuke Mauliani Septina, berharap Program Petani Milenial bisa meningkatkan jumlah petani di Jabar yang saat ini terus berkurang.
 
“Badan Pusat Statistik Provinsi Jabar, dalam kurun waktu tiga tahun terakhir sejak 2020-2022 jumlah pekerja di sektor pertanian, perikanan, dan kehutanan terus menurun turun dari 3,6 juta menjadi 3,5 juta,” kata dia.
 
Penulis : Dony PH
Editor.   : Khaerul Umam

Komentar

You must login to comment...