Dalam satu tahun terakhir, kata Wapres, sektor ini mengalami pertumbuhan positif sehingga mampu menjadi bantalan ekonomi di tengah kompleksitas pandemi, juga dampak perubahan iklim ekstrem dan dampak ketegangan geopolitik dunia.
“Ketangguhan sektor pertanian makin diuji dengan adanya ancaman krisis El Nino, sektor pertanian mampu mencukupi supply (pasokan) beras sepanjang krisis tersebut,” kata Ma'ruf.
Dia membeberkan, produksi beras di sepanjang 2022 lebih tinggi dibandingkan 2021 yang mencapai 31,5 juta. Sementara pada tataran makro sektor pertanian tumbuh positif secara konsisten yang berkisar pada 658 triliun.
Melihat tren pertumbuhan positif ini, Orang Nomor Dua di Indonesia itu meminta agar sektor pertanian terus ditingkatkan.
“Kita bersyukur indeks NTP (Nilai Tukar Petani) meningkat sebagai cerminan kesejahteraan petani. Alhamdulillah masalah pangan selama ini bisa diatasi dan harga pangan relatif terjaga,” ungkap Ma'ruf.
Di sisi lain, dia juga meminta agar kinerja pertanian dapat ditingkatkan kembali dalam menopang kemungkinan adanya krisis pangan global. Artinya, capaian sektor pertanian Indonesia harus berada pada tingkatan sebelum masa pandemi.
Penulis : Dony PH
Editor : Khaerul Umam