Bupati Semarang, Ngesti Nugraha mengatakan, bantuan alsintan tidak hanya bisa diperoleh oleh kelompok tani, melainkan juga masyarakat.
“Selain para anggota (kelompok tani), jika ada warga yang ingin memanfaatkan, dapat juga diberikan,” katanya, Rabu 16 Agustus 2023.
Dia menjelaskan, bantuan tersebut merupakan bagian komitmen Pemkab Semarang dalam menjalankan pertanian modern. Sehingga, kesejahteraan petani dapat lebih meningkat.
Selain itu, lanjutnya, juga sedang digencarkan pertanian organik yang memanfaatkan pupuk kandang dan pupuk organik.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Perikanan dan Pangan Kabupaten Semarang, Moh Edy Sukarno menjelaskan, bantuan alsintan berasal dari Dana Bagi Hasil Cukai dan Hasil Tembakau (DBHCHT) dan dana alokasi khusus (DAK) tahun anggaran 2023.
Kata dia, ada sebanyak 60 unit alsintan berasal dari dana alokasi khusus (DAK), sedangkan 47 unit alsintan dibeli menggunakan DBHCHT.
Di antara alsintan yang diserahkan, ada 39 unit cultivator, 10 corn sheller, 3 corn sheller mobile, dan 15 pompa air, serta 14 unit alat pencacah pupuk organik (APPO) . Selain itu, ada17 unit kendaraan roda tiga pengangkut hasil panen dan sembilan unit perajang tembakau.
“Alsintan diberikan membantu memajukan pertanian dan mendukung Kabupaten Semarang Berdikari. Para petani adalah salah satu stakeholders penting untuk mewujudkannya,” kata Edy.
Penulis : Dony PH
Editor : Khaerul Umam