Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kendari Ridwansyah Taridala mengatakan, krisis air menjadi kendala yang luar biasa bagi sektor pertanian, namun dengan belajar iklim, petani dapat meningkatkan kapasitas dalam mengolah pertaniannya.
Ia berharap, kegiatan sekolah lapang iklim dapat meningkatkan hasil pertanian dan mengoptimalkan potensi yang menguntungkan, serta mengurangi kerugian akibat iklim ekstrem yang kerap terjadi.
“Jadi melalui sekolah lapang iklim ini, petani bisa meningkatkan pemahaman tentang iklim, dengan begitu petani bisa menentukan jadwal tanam dan terhindar dari kerugian seperti gagal panen karena perubahan iklim," jelasnya.
Dengan demikian, stabilitas pangan tetap terjaga, dan akan mampu mewujudkan swasembada pangan di Kota Kendari.
Di tempat yang sama, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Fachri Radjab mengaku, sekolah iklim tersebut untuk menjembatani informasi iklim kepada para pelaku perhatian.
"Program ini tidak boleh berhenti, karena kami memahami bahwa secanggih apapun informasi kami, kalau informasi tidak sampai tidak akan maksimal,” jelasnya.
BMKG sebagai penyedia informasi iklim dan pengguna jasa dalam sekolah lapang iklim ini dapat meningkatkan pemahaman mengenai cuaca dan iklim
"Sekolah lapang iklim ini juga merupakan bentuk untuk mempererat kerjasama antara BMKG dan stakeholder pertanian," tandasnya.
Penulis : Asep Supriyanto
Editor. : Khaerul Umam