Kegiatan itu digelar oleh Asosiasi Tanaman Hias Bogor Raya bekerjasama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor di Lantai 1 Boxies 123.
Hadir dalam pembukaan kegiatan itu, Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim bersama Direktur Buah dan Florikultura (Buflo) Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian RI, Liferdi Lukman.
Direktur Buflo, Liferdi Lukman menyampaikan Kementerian Pertanian sangat mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan secara rutin setiap tahun.
"Secara potensi Bogor memiliki potensi dalam pengembangan dan pasar tanaman hias karena memiliki sumber daya manusia, baik dari akademisi, pakar, hobbies, kolektor dan petani yang sangat luar biasa," jelasnya.
Menurut dia, kegiatan itu sebagai ajang berkumpulnya para petani, pelaku usaha, hobbies, pakar dan kolektor tanaman hias. "Ini menjadi momentum dan penyemangat bagi tumbuh kembangnya tanaman Florikultura dalam mewujudkan bangkitnya kembali Florikultura Indonesia," ujarnya.
Dirinya berharap Florikultura Indonesia bisa berdaya saing, berkelanjutan karena Indonesia merupakan negara yang memiliki Plasma Nutfah terbesar yang tidak dimiliki negara lain.
Sementara Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim mengatakan, Kota bogor memiliki keinginan menjadi pusat tanaman hias Indonesia, dan kegiatan tersebut masuk dalam calender of event Kota Bogor untuk terus mendorong terwujudnya Bogor sebagai sentra tanaman hias Indonesia.
"Tahun lalu kita juga membuat pasar tanaman hias terbesar di Indonesia di BNR, kemudian event-event diskusi, seminar pameran, bazar dan sebagainya, itu sebagai penunjang. Ditambah lagi perguruan tinggi bidang pertanian adanya di Bogor," jelasnya.
Kemudian ahli peneliti akademisi pelaku usahanya ada di Bogor dan akses pasar ke ibu kota pun lebih dekat, jadi artinya kalau Bogor berhasil mengembangkan kegiatan seperti ini, potensi itu semakin terbuka dan berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat," katanya.
Ketua Pelaksana Bogor Flora Festival 2023, Djojohadi Haristiono Eko Putro menyampaikan, tema kegiatan ini adalah Anthurium atau kuping gajah dan akan dilaksanakan kompetisi tanaman Anthurium karya anak bangsa.
"Kita mencoba mengangkat tema kuping gajah ini karena saat ini Anthurium menjadi komoditas andalan ekspor para petani, tanaman hias di wilayah Bogor Raya dan sekitarnya. Kalangan muda di Bogor ini sudah banyak menghasilkan bibit bibit kuping gajah dengan karakter yang luar biasa dan istimewa," tandasnya.
Lelang tanaman hias dalam kegiatan itu, 20 persennya akan disumbangkan kepada Yayasan Belantara Budaya Indonesia (BBI), anak-anak difabel yang menampilkan tarian tradisional dalam kegiatan tersebut.
Penulis : Asep Supriyanto
Editor. : Khaerul Umam