Dilanda Krisis Air, Pertanian di Bogor Andalkan Air Rembesan
Thursday, 03 August 2023 13:22 WIB
Lahan pertanian di Cilubang Mekar, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor. (Dok.radarsuara.com)
Radarsuara.com - Dampak fenomena El Nino, sejumlah lahan pertanian di Bogor yang tidak terpasok air dari irigasi alami krisis air, untuk memenuhi kebutuhan pertaniannya para hanya mengandalkan air rembesan.
Hal itu diungkapkan Ating salah seorang petani yang mengelola pertanian di Cilubang Mekar, Kecamatan Bogor Barat. Menurut dia saat ini petani sedang dihadapkan tantangan yang serius akibat kemarau yang terus berlanjut.
"Kekeringan ini mengancam sawah-sawah kami, para petani Cilubang ini sedang berusaha mencari cara untuk mengatasi masalah ini," kata Ating kemarin.
Ating terus berusaha dengan berbagai cara agar lahan Palawijanya bisa terus dialiri air. "Kami hanya bisa mengandalkan air rembesan. Nah, ketika ada air rembesan saya buru-buru alirin ke lahan tanaman kami," ungkapnya.
Ating yang mengelola lahan 300 meter untuk bertanam palawija itu mengaku, bahwa rembesan air dari jalur irigasi Kali Cilubang menjadi salah satu sumber air disaat kemarau.
"Jadi kami buatkan jalur-jalur air untuk mengalirkan air, sebab kalau kemarau kan faktor alam kita tidak bisa berbuat apa-apa, Jadi sekarrang mah kita nunggu aliran yang bisa ngalir," tuturnya.
Dirinya menjelaskan, kalau untuk tanaman Palawija memang sangat memungkinkan untuk tumbuh tanpa air yang banyak. Namun, kalau masih kurang air dalam satu bulan, maka hasil hasil panennya tidak maksimal.
"Disini jagung, ubi jalar, talas. Tetap bisa tumbuh. Biasanya ke panen itu 7 bulanan. Tapi, kalau masih kurang air, ya kurang bagus aja hasilnya nanti," tandasnya.
Penulis : Asep Supriyanto
Editor. : Khaerul Umam
Komentar
You must login to comment...Be the first comment...
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor
1134/DP-Verifikasi/K/X/2023