Hal itu diungkapkan Pj Ketua TP PKK Maya Suganda Pasaribu melakukan saat melakukan audiensi dengan Kepala DPKP Babel, Edi Romdhoni.
Maya mengaku, saat beberapa kali melakukan kunjungan ke desa-desa masih terlihat bahwa pemanfaatan pekarangan rumah belum maksimal. Dan hal itu bisa digarap sehingga menjadi lebih produktif.
"Kami ingin, agar beberapa program yang ada di DPKP dapat disinergikan dengan program PKK, misalnya program urban farming untuk menjaga ketahanan pangan," ungkapnya.
Dalam sinergi itu, untuk mewujudkan program bisa dilakukan kegiatan penyuluhan, pembinaan, maupun workshop.
"Anggota PKK ini ada dari pusat sampai ke desa ada, mereka memang tergabung dalam beberapa lembaga seperti dasawisma, KWT, PKK dan pemanfaatan pekarangan rumah, belum sampai 50 persen," jelasnya.
Dirinya juga mengaku sudah berkali-kali menghimbau dan memberi contoh, namun hanya sedikit yang tergerak untuk memanfaatkan pekarangan tersebut.
Sementara Kepala DPKP Babel Edi Romdhoni mengatakan, selain program urban farming ada beberapa program yang bisa disinergikan misalnya Gema Sabuk Amang yakni Gemar Makan Sayur, Buah, Umbi-umbian, Kacang-kacangan, dan Ayam Merawang.
Menurut dia, kegiatan itu telah dilaksanakan di 7 Kabupaten/Kota mulai dari 2019-2023, berdasarkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 30 Tahun 2018.
Menurut Kadis, ada juga Program Desa B2SA (Beragam Bergizi Seimbang dan Aman) dengan tujuan mendorong masyarakat untuk menerapkan pola konsumsi pangan B2SA guna meningkatkan kualitas konsumsi masyarakat dalam rangka mewujudkan SDM aktif, sehat, dan produktif.
Selanjutnya, program lain yang bisa disinergikan adalah, Lomba Cipta Menu B2SA yang bertujuan mendorong terciptanya variasi menu makanan B2SA yang dapat dikonsumsi sehari-hari guna mewujudkan SDM yang aktif, sehat dan produktif.
Penulis : Asep Supriyanto
Editor : Khaerul Umam