Hal itu diungkapkan Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Bidang Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Sukabumi Dikna Yalendra.
Kendati demikian, pihaknya terus mensosialisasikan AUTP sebagai langkah antisipasi saat terjadi kegagalan panen dan petani bisa mengklaim, sehingga terhindar dari kerugian.
Berdasarkan data, Kota Sukabumi memiliki lahan pertanian seluas 1.331 hektare, dan yang 1.000 hektare sudah tercover AUTP.
"Program AUTP memberikan keuntungan pada petani, sebab jika terjadi gagal panen, maka kerugiannya bisa di klaim oleh asuransi Jasindo," kata Dikna.
Jadi, lanjutnya, kalau terjadi gagal panen akibat faktor-faktor tadi, pergatian kerugian yang bisa diklaim petani maksimal Rp 6 juta per hektare.
Dia mengaku masih berupaya mendaftarkan 331 hektare lahan pertanian agar ke depan bisa tercover AUTP. Namun tidak saat ini sebab masih terbatasnya anggaran yang dimiliki pemerintah.
"Kami daftarkan AUTP, hal ini sebagai upaya mewaspadai dampak El Nino yang mengancam akan terjadinya kekeringan,'' ujar Dikna.
Masih kata dia, dalam menghadapi musim krisis air tersebut, pihaknya terus melakukan pembinaan antisipasi kepada para petani dengan merekomendasikan upaya-upaya yang harus diperhatikan, seperti normalisasi saluran irigasi secara gotong royong.
Penulis : Asep Supriyanto
Editor. : Khaerul Umam