Berdasarkan hasil pengecekan di Pasar Rasamala Banyumanik yang merupakan salah satu pasar terbesar di sana, Dishanpan mencatat keamanan pangan mencapai 76,92 persen.
Kepala Bidang Keamanan Pangan, Evi Ratnaningrum mengatakan, pengecekan pasar yang dilaksanakan bersama stakeholder seperti BPOM, Dinas Kesehatan, hingga Satpol PP, dilakukan dalam dua tahap dengan melibatkan 143 pedagang bahan pangan dan 20 pedagang non pangan.
Pedagang tersebut, kata dia, terdiri dari beberapa kategori seperti pedagang pangan segar asal tumbuhan, pedagang pangan olahan, pedagang segar asal hewan, pedagang segar hasil ikan dan pedagang pangan siap saji.
“Hasil pengawasan keamanan pangan Pasar Rasamala pada Tahap I memberikan hasil tingkat keamanan pangan sebesar 69,23 persen atau hanya 99 pedagang memenuhi syarat. Sementara tahap kedua mengalami kenaikan sebesar 76,92 persen,” kata Evi, Selasa 1 Agustus 2023.
Terkait dengan masalah keamanan pangan yang ada di Pasar Rasamala, lanjutnya, masih ditemukan buah dan sayur yang sudah layu namun tetap saja dijual. Selain itu, makanan dalam kemasan belum dilengkapi lebel. Namun jika ada label masih belum memenuhi aturan.
“Masalah higienis kurangnya sanitasi dari pedagang, dan masih ditemukan formalin pada mie basah dan ikan asin, ditemukan residu pestisida pada sayuran,” jelasnya.
Evi memaparkan setelah adanya temuan tahap pertama, maka pihaknya langsung melakukan pembinaan kepada para pedagang pangan.
Selain itu, juga dilakukan sosialisasi keamanan pangan bagi seluruh pedagang. Pihaknya juga melakukan koordinasi dengan petugas pasar, kader keamanan pangan Pasar Rasamala, dan OPD terkait.
“Upaya kita sebelum pangan ini beredar, sudah ada standar pangan dari produsen ataupun penjual, mulai dari keamanan, hingga kelayakan konsumsi,” tandasnya.
Penulis : Dony PH
Editor : Khaerul Umam