Pertanian dan Peternakan

Varietas Unggul Aneka Kacang Mampu Dukung Ketahanan Pangan

Monday, 31 July 2023 16:13 WIB
Pembahasan intens soal kacang-kacangan dalam acara Teras TP#8 yang dihelat Pusat Riset Tanaman Pangan (PRTP) bertajuk "Kesiapan Varietas Unggul Aneka Kacang Mendukung Ketahanan Pangan Nasional. (Dok.BRIN)

Radarsuara.com - Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengkaji dan meneliti kesiapan varietas unggul aneka kacang-kacangan untuk mendukung ketahanan pangan nasional.

Kepala Pusat Riset Peternakan, Tri Puji Priyatno mengatakan, kacang-kacangan menjadi komoditas yang berperan penting dalam suplai protein nabati.
 
"Komoditas aneka kacang menjadi bahan baku industri yang dapat menjadi pembangkit perekonomian masyarakat khususnya petani," jelas Tri, Senin 31 Juli 2023.
 
Kepala PRTP BRIN, Yudhistira Nugraha mengatakan, ketahanan pangan tidak saja terkait dengan penyediaan produksi, tetapi juga diversifikasi pangan.
 
Menurutnya, beberapa komoditas kacang-kacangan yang belum banyak dikembangkan seperti kacang koro, bisa ditanam di pekarangan dan menjadi sumber protein potensial, sebagai sumber nutrisi. 
 
"Melalui konsep tanaman pekarangan bisa menjadi alternatif sumber pangan, bahkan diversifikasi pangan bagi masyarakat masyarakat," jelas Yudhistira.
 
Sementara diketahui, komoditas ini sendiri telah dibahas intens dalam acara Teras TP#8 yang dihelat Pusat Riset Tanaman Pangan (PRTP) bertajuk "Kesiapan Varietas Unggul Aneka Kacang Mendukung Ketahanan Pangan Nasional pada Jumat pekan lalu.
 
Dalam kesempatan itu, Peneliti Ahli Madya PRTP, Ayda Krisnawati menuturkan, aspek penting kedelai sebagai sumber pangan fungsional ditinjau dari kandungan gizi bijinya. 
 
Bobot kering kedelai, kata dia, mengandung sekitar 40 persen protein, 20 persen minyak, 35 persen karbohidrat larut, karbohidrat tidak larut dan sisanya abu. Kedelai juga mengandung beberapa vitamin, antioksidan alami tokoferol maupun isoflavone.
 
Ayda mengungkapkan, ada 114 varietas unggul kedelai di Indonesia yang dilepas sejak tahun 1918 hingga 2023. Varietas-varietas yang ke arah pangan fungsional sudah ada dan sedang berjalan mengarah ke antara lain protein, antioksidan dan isoflavon.
 
"Isoflavon merupakan senyawa metabolit sekunder, banyak disintesis tanaman namun tidak disintesis mikroorganisme. Isoflavon bermanfaat sebagai anti inflamasi, menurunkan kadar kolesterol, mengatasi gejala menopause, mengurangi risiko penyakit kronis seperti kanker," terangnya.
 
Ayda memaparkan program perakitan varietas kedelai yang mengarah pada pemanfaatannya untuk pangan fungsional. Pertama adalah perakitan varietas BSGC (black soybean green cotyledon). Kedelai dengan karakteristik kulit bijinya berwarna hitam namun di dalamnya berwarna hijau.
 
Kedua, program perakitan varietas kedelai kaya sistin dan metionin. Karena kandungan sistin dan metionin kedelai belum mencukupi kebutuhan manusia maka defisiensi ini memicu upaya meningkatkan kandungan sistin dan metionin kedelai. Ketiga, program perakitan varietas kedelai kaya isoflavon generasi baru, dengan kandungan isoflavon lebih tinggi dibandingkan varietas yang sudah dilepas sebelumnya.
 
"Beberapa varietas yang sudah dilepas dan yang sedang dirakit selain memiliki kandungan mineral dan fungsional lainnya juga berproduktivitas tinggi," ungkap Ayda.
 
Penulis : Dony PH
Editor.   : Khaerul Umam

Komentar

You must login to comment...