Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Bangka Tengah, Wahyu Nurrakhman mengatakan, rapat yang dilaksanakan belum lama itu mengkoordinasikan prioritas kegiatan pembangunan ketahanan pangan yang ada di Kabupaten Bangka Tengah dengan mengacu pada program kegiatan pusat.
"Ini penting bagi kita agar ada persamaan persepsi dalam melaksanakan pembangunan di sektor pertanian di desa masing-masing sehingga apa yang menjadi program pusat akan selaras dengan kita di provinsi, kabupaten, hingga desa," ujarnya, Senin 31 Juli 2023.
Selain itu, Wahyu mengatakan bahwa langkah dalam percepatan penyelenggaraan program ketahanan pangan dapat dimulai dari masyarakat desa dalam mendukung adanya ketersediaan pangan yang mandiri.
"Kita harapkan teman-teman dan masyarakat di desa juga turut bergerak memiliki kesadaran untuk bertanam sehingga ada nilai pemanfaatan lahan sebagai langkah untuk mendukung ketersediaan pangan ini," jelasnya.
Dia berharap koordinasi bersama para kepala desa dan lurah ini dapat menjadikan Bangka Tengah memiliki satu visi dalam pembangunan ketahanan pangan daerah.
Sementara, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Edi Romdhoni mengungkapkan, ada tiga pilar ketahanan pangan yang akan diprioritaskan dalam melaksanakan ketahanan pangan yang ada di Bangka Belitung umumnya dan di Bangka Tengah khususnya.
"Ada 3 hal yang kita bahas dan koordinasikan bersama teman-teman di kabupaten yaitu ketersediaan pangan, keterjangkauan harga dan pemanfaatan bahan pangan lokal," ungkap Edi.
Terkait hal tersebut, Edi mengharapkan peran serta pemerintah kabupaten hingga desa dapat memahami langkah kebijakan yang akan diambil dalam mempersiapkan program pembangunan ketahanan pangan.
Terpisah, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bamgka Tengah, Dian Akbarini mengajak para kepala desa dan lurah untuk mempersiapkan diri sedini mungkin dalam menghadapi isu krisis pangan yang saat ini sedang melanda dunia.
"Di dalam Dana Desa juga ditentukan penggunaannya untuk program ketahanan pangan dan hewani paling sedikit 20 persen. Ini bisa kita gunakan untuk program ketahanan pangan kita dalam menghadapi krisis pangan," ujarnya.
Dian meyakini jika program berjalan baik, maka penyelenggaraan cadangan pangan untuk kebutuhan daerah hingga desa dapat dimanfaatkan untuk menanggulangi rawan pangan, kekurangan pangan, gejolak harga, dan keadaan darurat lainnya.
Penulis : Dony PH
Editor : Khaerul Umam