Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung Gin Gin Ginanjar. Untuk memotivasi masyarakat pihaknya memiliki program Buruan Sehat, Alami, dan Ekonomis (SAE).
"Jadi program Buruan SAE ini berbasis pendekatan keluarga dan rumah tangga yang berada di tingkat kewilayahan, kita berikan motivasi agar mau menanam," ungkapnya.
Dijelaskanya, program tersebut digulirkan sejak awal September 2020, dan dilakukan diuji coba dengan beberapa domontration plot (demplot) di enam wilayah Kota Bandung.
"Alhamdulilah, seiring berjalannya waktu terus berkembang, dan saat ini sudah ada 375 titik Buruan SAE di Kota Bandung selama dua tahun terakhir," ujarnya.
Berkat pesatnya perkembangan pertanian konsep urban farming, tahun lalu Kota Bandung dianugerahi penghargaan dunia dari Milan Urban Food Policy Pact (MUFPP).
"Jadi, Kota Bandung dianggap memiliki terobosan yang bisa ditiru oleh banyak kota dunia, terutama dalam Progran urban farming ini," tuturnya.
Masih kata Kadis, program Buruan SAE digulirkan untuk menjaga ketahanan pangan dan membantu mengendalikan ketersediaan pangan serta menjaga mutu pangan.
"Ya, program itu cukup efisien, sebab Kota Bandung ini sekitar 96,42 kebutuhan pangannya masih mengandalkan pasokan dari daerah lain,"
Dirinya berharap, Program Buruan SAE semakin berkembang yang akhirnya membuat Kota Bandung mandiri dalam pasokan pangan. "Bahkan, harapannya ke depan kami mampu swasembada pangan ke daerah lain," harapnya.
Penulis : Asep Supriyanto
Editor. : Khaerul Umam