Bupati Sukoharjo Etik Suryani mengatakan, pihaknya berkomitmen dalam pembangunan sektor pertanian. Terlebih berbagai tantangan yang dihadapi para petani dalam mengelola pertaniannya.
Misalnya kata Bupati dalam berbudidaya tanaman, banyak risiko yang dihadapi dari awal budidaya sampai dengan panen, mulai faktor lahan, air, iklim dan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) menjadi kendala dalam keberhasilan berbudidaya.
"Untuk menjawab tantangan yang dihadapi petani maka Pemerintah harus hadir untuk membantu dan mempunyai komitmen yang besar pada pembangunan di sektor pertanian,” ungkapnya.
Dirinya menjelaskan salah satu tantangan di Kabupaten Sukoharjo yang paling nyata adalah semakin meningkatnya kebutuhan pangan, tetapi luas lahan pertanian semakin berkurang.
Selain itu, masih kurangnya infrastruktur pertanian baik berupa jaringan irigasi, pengembangan sumber air baru untuk pertanian, prasarana jalan pertanian.
Kemudian ketersediaan benih dan bibit bermutu yang masih terbatas, masih lemahnya kelembagaan petani dan kemampuan kelompok petani dalam persaingan global.
“Adanya anomali iklim berupa El Nino juga menjadi ancaman gagal panen, untuk itu kolaborasi stakeholder untuk mengatasi kendala ini harus lebih intensif agar kerugian di tingkat petani dapat dikendalikan dan ketersediaan pangan tetap terjaga,” ujar Etik.
Ia mengatakan, untuk menyiasati kemunculan El Nino setelah tiga tahun fase La, semua petani diharap untuk segera mempercepat tanam dan memanfaatkan ketersediaan air, agar pada saat puncak El Nino pada Bulan September, fase pertumbuhan tanaman sudah tidak membutuhkan air.
“Manfaatkan sumber-sumber air yang masih tersedia untuk memaksimalkan produksi komoditas pertanian. Gunakan benih yang berumur pendek dan tahan kekeringan," pintanya.
Hal itu kata Bupati harus dilakukan supaya tidak hanya surplus pangan, namun juga mampu meningkatkan kesejahteraan petani pada khususnya dan masyarakat Kabupaten Sukoharjo pada umumnya.
Penulis : Asep Supriyanto
Editor. : Khaerul Umam