Direktur Buah dan Florikultura (Buflo) Kementan, Liferdi Lukman menyebutkan, pengembangan manggis ini adalah sebuah upaya untuk meningkatkan buah tersebut sebagai komoditi unggulan di Indonesia yang saat ini produksinya masih terbatas.
"Indonesia negara memproduksi manggis terbesar, tapi masih produk hutan," ujarnya, Jumat 28 Juli 2023.
Pengembangan Manggis Ratu Kamang di Kabupaten Agam ini menurutnya, menjadi sebuah harapan untuk Indonesia lebih memperbanyak dan meningkat kualitas manggis.
"Ini salah satu dari sembilan jenis manggis yang terdaftar di Kementerian Pertanian. Di Indonesia Ratu Kamang kalau tidak salah nomor satu atau tiga," ungkap Liferdi.
Dia pun mengapresiasi pembibitan Manggis Ratu Kamang yang dikelola Kelompok Wanita Tani (KWT) Jordase Kamang Hilia itu.
Namun, dia memberikan catatan, jika ingin melakukan pengembangan, harus dilakukan pemetaan di wilayah mana yang akan menjadi sentra Manggis Ratu Kamang.
Dia menyarankan bagaimana KWT bisa bersatu dalam satu wadah menjadi korporasi.
"Ratu Kamang ini adalah (salah satu) manggis terbaik di Indonesia, selain komoditi lain seperti durian dan jeruk," sebut Liferdi.
Sementara, Asisten II Setdakab Agam, Jetson mengungkapkan, sesuai laporan Kamang Hilia, pembibitan Manggis Ratu Kamang kini sudah 14.000 bibit yang dikelola dua KWT.
"KWT Jordase sebanyak 4.000 bibit dan KWT Sinar Batu Bajak 10.000 bibit. Ini dilakukan melalui dana desa 2022," terangnya.
Dia menilai, bahwa Manggis Ratu Kamang ini langkah tepat yang dilakukan KWT Jordase Kamang Hilia.
"Ini upaya dalam mempertahankan Kamang Hilia sebagai sentra manggis berkualitas di Indonesia," katanya.
Sebab katanya, Ratu Kamang bisa bersaing dari beberapa jenis manggis lainnya yang terdaftar di Kementerian Pertanian RI.
"Ini akan menjadi motivasi baik bagi KWT Jordase maupun lainnya, untuk bersungguh-sungguh mengembangkan Ratu Kamang," tandasnya.
Penulis : Dony PH
Editor. : Khaerul Umam