Hingga saat ini, Pemprov Kepulauan Bangka Belitung terus menyuarakan dan mendorong anak muda di wilayahnya untuk memberikan sumbangsih terhadap pertanian.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Edi Romdhoni mengatakan, anak muda menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam pengembangan sektor pertanian. Terlebih saat ini di Indonesia jumlahnya kian berkurang.
“Dari 267 juta atau 287 juta atau 300 juta penduduk Indonesia, yang hari ini bertanggung jawab menyiapkan bulir-bulir padi itu jumlahnya hanya 33 juta saja. Lebih miris lagi dari 33 juta itu, yang umurnya milenial atau di bawah 40 tahun hanya 29 persen,” ungkap Edi, Kamis 27 Juli 2023.
Hal serupa juga disebut Edi terjadi di wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Ia mengatakan dari sekitar 1,5 juta penduduk yang mendiami provinsi ini hanya 10 persen saja yang berprofesi sebagai petani.
“Atau sekitar 150 ribu orang,” jelasnya.
Karena itu, Edi mengajak serta mendorong para petani muda untuk menekuni dunia tani. Di sisi lain ia juga minta instansi terkait untuk terus memberikan pelatihan-pelatihan dalam rangka mempertajam kemampuan petani di lapangan.
“Ayo regenerasi petani-petani milenial (jadi petani). Petani-petani milenial itu di Bangka Tengah selalu ada. Pelatihan petani milenial itu kita bangun. (Petani milenial) itu merupakan sasaran-sasaran untuk mengelola jika ada bantuan yang diberikan pemerintah,” tegasnya.
Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman melalui Asisten Ekonomi dan Pembangunan Wahyu Nurahman, mengatakan keberhasilan pembangunan pertanian di tingkat desa sangat mempengaruhi keberhasilan pembangunan pertanian di Bangka Tengah.
“Tidak mungkin Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah berhasil jika desa gagal. Oleh karena itu perlu ada komitmen bersama. Kami mohon kepada kepala desa ayo kita sama-sama,” katanya.
Penulis : Dony PH
Editor. : Khaerul Umam