Melihat realita demikian, Dinas Pertanian Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, memberikan bimbingan teknis pembuatan Biosaka kepada petani.
Kegiatan ini Dilaksanakan di Gudang Cadangan Pangan Badan Pelaksana Penyuluh dan Ketahanan Pangan (BP2KP) Kabupaten Magelang.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Magelang, Romza Ernawan mengaku sangat mendukung petani untuk beralih ke produk Biosaka, mengingat kondisi lahan pertanian yang banyak masalah dalam kondisi tidak ideal karena sudah rusak akibat penggunaan pupuk kimia.
Selain itu, lanjutnya, Biosaka juga sangat mudah dibuat. Hanya dengan teknologi yang sederhana dan bahan baku yang mudah ditemukan di lingkungan petani.
"Kami harapkan dengan kegiatan ini, pengaplikasian Biosaka bisa secara masif untuk meningkatkan kualitas dan mutu pangan kita," kata Romza, Rabu 26 Juli 2023.
Penemu Biosaka, Muhammad Ansar menjelaskan, Biosaka merupakan inovasi pertanian yang digunakan sebagai elisitor, yakni senyawa kimia yang dapat memicu respon fisiologi, morfologi pada tanaman menjadi lebih baik yang dibuat secara organik.
Menurut Pria dari Blitar itu, proses pembuatan Biosaka dimulai dari meremas tumbuhan dengan tangan. Kemudian, campurkan bahan dengan air bersih sampai saripati rumput menyatu dengan air yang dimana bahan-bahan itu sangat mudah dijumpai.
"Karena, biosaka ini tidak bisa dibuat dengan teknologi semua, (maka) dibuat juga dengan tangan, proses pembuatan sekitar 15-20 menit," jelas Ansar.
Untuk satu genggam rumput, kata dia, bisa menghasilkan sekitar lima liter Biosaka yang dimana itu bisa digunakan untuk tiga sampai lima hektare sawah.
"Jadi Biosaka itu bukan pupuk, tetapi sel yang diambil dari sel tepi tanaman. Itu membentuk pigmen yang mengandung bahan kimia yang memunculkan pertahanan sehingga terjadilah elisitor," terang Ansar.
Salah satu petani asal Kecamatan Srumbung Kabupaten Magelang Supri (72) mengaku sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Kaena sebagai petani sangat perlu mengetahui penggunaan Biosaka untuk mengurangi pembiayaan.
Supri mencotohkan jika dirinya petani yang kurang modal tetapi bukan petani organik. Sehingga ia ingin tahu seperti apa Biosaka itu.
"Saya rasa dari Bimtek ini, saya sedikit demi sedikit akan mencoba beralih ke Biosaka tetapi tidak spontan pasti sulit tetapi akan saya coba. Untuk pembuatannya juga termasuk mudah dan murah," tutur Supri.
Penulis : Dony PH
Editor : Khaerul Umam