Menurut Kepala DSDA Provinsi Jabar Dikky Achmad Sidik, pada musim kemarau lahan pertanian menjadi fokus utama, dan sejak awal sudah jadi SOP.
"Jadi kita yang jelas pola SOP-nya, dalam memasok air dari waduk ke irigasi-irigasi sebagai upaya menyelamatkan tanaman yang takut puso dan gagal panen," ungkap dia.
Dikky menambahkan, dalam mengatasi persoalan pertanian saat musim kemarau pihaknya terus berkoordinasi dengan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura guna menyiapkan langkah atau solusi.
"Misalnya, kami melakukan penyediaan pompa untuk memenuhi kebutuhan air. Yang kedua, berkaitan pola tanam, apakah sudah sesuai, termasuk pola penggunaan air," jelasnya.
Dikky menegaskan, pihaknya terus memantau ketersediaan air di sejumlah waduk yang menjadi sumber irigasi dan mengairi lahan-lahan pertanian.
"Fokus kita yang aling besar tentunya di Jatiluhur karena Jatiluhur itu menyuplai hampir sepertiga dari irigasi di Jawa Barat. Kita fokus ke sana. Sampai detik ini polanya masih sesuai dengan rencana,” tuturnya.
Dikky mengku mendapatkan laporan soal persoalan pasokan air di wilayah selatan Jabar. Dijelaskan Dikky sebenarnya masih ada hujan, walau intensitas kecil. "Tetapi kita tetap melakukan pemantauan ke lapangan sebagai langkah antisipasi," tandasnya.
Penulis : Asep Supriyanto
Editor. : Khaerul Umam